Ini Sebab Polisi Duga Bos Tata Motors Bunuh Diri
Reporter: Tempo.co
Editor: S Tri P Bud
Senin, 27 Januari 2014 21:36 WIB
Karl Slym

TEMPO.CO, Bangkok - Karl Slym, Managing Director Tata Motors, meninggal setelah jatuh dari sebuah kamar hotel di Bangkok. Polisi setempat menduga ia melakukan bunuh diri.

Slym, 51 tahun, berada di Bangkok untuk menghadiri pertemuan dewan direksi Tata Motors unit Thailand. Ia yang datang bersama istrinya menginap di sebuah kamar di lantai 22 Hotel Shangri-La. Staf hotel menemukan tubuhnya pada hari Ahad di lantai empat dalam kondisi tak bernyawa.

Upaya bunuh diri yang disimpulkan polisi didasarkan pada kondisi tubuh korban. "Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan," kata Letnan Polisi Somyot Boonyakaew yang memimpin penyelidikan.

Menurutnya, saat polisi datang ke kamar Slym, jendela dalam kondisi terbuka. "Jendela ini sangat kecil sehingga tidak mungkin ia terjatuh karena tergelincir," katanya.

Apalagi, menurut Boonyakaew, Slym bertubuh besar. "Dari penyelidikan awal kami percaya ia sengaja melompat," katanya.

Polisi menemukan catatan berisi tiga halaman yang ditulis dalam bahasa Inggris. Catatan ini kini masih diselidiki. Otopsi jenazah Slym baru dilakukan hari ini.

Seorang juru bicara Tata Motors, produsen mobil terbesar di India, menolak untuk mengomentari kemungkinan penyebab kematian Slym. Pernyataan perusahaan yang disampaikan pada Ahad mengatakan kepemimpinan Slym telah mengantar perusahaan itu ke pasar global.

Slym, pria berkebangsaan Inggris, mulai bergabung dengan perusahaan itu pada 2012, saat penjualan perusahaan lesu. Ia menghidupkan kembali penjualan Tata dan pangsa pasar di India. Tata Motors adalah bagian dari perusahaan konglomerasi Tata. Saham Tata Motors turun 4 persen menyusul berita kematiannya.

NDTV | TRIP B

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi