Honda HR-V Melenggang di Segmen Crossover
Reporter: Tempo.co
Editor: Abdul Malik
Selasa, 16 Desember 2014 12:53 WIB
Honda memperkenalkan mobil sport-utility vehicle (SUV) terbarunya, Honda HR-V dalam pameran Indonesia International Motor Show di Jakarta, 18 September 2014. Dimas Ardian/Bloomberg via Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Pekan lalu, PT Honda Prospect Motor (HPM) meluncurkan produk barunya yang diberi nama HR-V. Menurut sang produsen, produk terbarunya ini hampir sekelas dengan Honda Jazz. Bedanya, mobil crossover utility vehicle (CUV) pertama milik Honda ini menyasar segmen konsumen yang lebih matang dan menyukai tantangan.

Presiden Director PT HPM Tomoki Uchida mengatakan prototipe HR-V sebenarnya telah diperkenalkan kepada khalayak dalam perhelatan Indonesia International Motor Show 2014, dua bulan lalu. "Animo pembeli cukup besar. Begitu diperkenalkan, pemesanan langsung mencapai 3.500 unit untuk seluruh Indonesia," kata Tomoki saat mengumumkan harga resmi HR-V di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pekan lalu. (Honda Indonesia Klaim Hidupi 1,2 Juta Orang)

Tomoki yakin laju penjualan Honda HR-V dan Jazz akan tumbuh seiring dan sejalan. Tahun depan, Honda menargetkan penjualan HR-V mencapai 20 ribu unit. Honda HR-V, yang terdiri atas empat varian, dibanderol mulai Rp 243 juta hingga Rp 355 juta. "Harga cukup kompetitif," katanya.

Ditemui di tempat yang sama, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual HPM Jonfis Fandy mengatakan pasar mobil CUV di Indonesia mulai berkembang dan diminati masyarakat. Saat ini, ceruk pasar CR-V terhitung masih cukup lengang dan leluasa buat berkompetisi. Sebab, belum banyak produsen yang bermain di segmen spesial ini. (Honda FCV Concept, Mobil dengan Teknologi Hidrogen)

Jonfis tak menampik kemungkinan produk terbaru Honda ini bakal menggerus pasar saudara kandungnya sendiri, yakni Jazz. Perusahaan menyadari kemungkinan perpindahan konsumen Jazz ke HR-V, yang sedikit di atasnya. Menurut dia, Jazz dan HR-V punya banyak kesamaan. Bedanya, Jazz lebih digandrungi konsumen muda. "Tapi, kalau selisih harga tipis, ya, akan terjadi perpindahan konsumen juga," ujar Jonfis.

Mengenai target produksi mobil secara keseluruhan tahun depan, Jonfis mengatakan masih akan melihat pasar hingga akhir tahun. Apalagi pada akhir tahun ini ada beberapa perubahan, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak, suku bunga, serta inflasi. Dia memperkirakan pengaruhnya akan terasa hingga tiga bulan ke depan. (Penjualan Motor Honda di Jakarta Naik 44 Persen)

Dengan kapasitas produksi total mencapai 200 ribu unit per tahun, Jonfis mengaku akan menyesuaikan jumlah produksi sesuai dengan perencanaan bulanan. "Target awalnya sekitar 175 ribu unit, tapi kami rasa akan susah tercapai," katanya.

FAIZ NASHRILLAH | ODELIA SINAGA

Terpopuler:Jokowi Catat Sejarah Jika Datang ke Raker BPK  Lawan Mafia Migas, Kenapa Faisal Basri Hati-hati?  Kejar Pengemplang Pajak, Menkeu ke Singapura  

#Otomotif
#PT Honda Prospect Motor

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi