Suzuki Genjot Penjualan, Strateginya Buka 100 Dealer Baru  
Reporter: Tempo.co
Editor: Choirul Aminuddin
Rabu, 18 Maret 2015 19:33 WIB
Suzuki memamerkan motorsport terbarunya, Suzuki GSX-R 1000 dalam pameran motor, Intermot 2014 di Cologne, Jerman, 30 September 2014. (Marc Pfitzenreuter/Getty Images)

Bisnis.com, Jakarta — Pabrikan sepeda motor asal Jepang, Suzuki, akan menggenjot penjualan lewat penambahan jaringan hingga mencapai 100 dealer dan peluncuran beberapa produk baru. General Manager and Sales Roda Dua PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Yohan Yahya mengatakan saat ini pihaknya memiliki 963 dealer di seluruh Indonesia. Penambahan 100 dealer baru tahun ini sebagian besar akan difokuskan di Pulau Jawa.

“Sekitar 60-70 persen dealer baru yang akan kami resmikan berlokasi di Jawa. Sisanya tersebar di wilayah lain,” katanya, Selasa, 17 Maret 2015. Dia menyebutkan Suzuki pun akan mengeluarkan satu merek sepeda motor pada awal kuartal II 2015. Tapi dia enggan mengatakan segmen sepeda motor baru itu. Dia pun mengklaim pihaknya akan meeluncurkan beberapa produk baru dan pembaruan pada paruh kedua tahun ini.

Strategi tersebut ditempuh Suzuki untuk meraih target yang dipatok tahun ini sebanyak 350 ribu unit. Target tersebut terbilang besar mengingat angka penjualan Suzuki pada tahun lalu hanya 275.184 unit.

Target itu pun dinilai akan berat di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi tahun ini. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia mencatat total pasar sepeda motor secara wholesale pada periode Januari-Februari 2015 hanya 1,084 juta unit.

Jumlah tersebut menurun sekitar 26,35 persen dari capaian pada periode yang sama tahun lalu  1,472 juta unit. Sedangkan angka penjualan Suzuki pada dua bulan pertama tahun ini hanya 25.077 unit.

Capaian itu menjadi yang terendah setidaknya sejak 2013. Pada periode yang sama 2013 jumlahnya 73.478 unit. Dua bulan pertama tahun lalu angka penjualannya 56.016 unit.

Untuk mencapai target yang dipatok tahun ini, angka penjualan per bulan Suzuki sedikitnya harus mencapai 29.170 unit. Yohan mengatakan angka penjualan dua bulan pertama tahun ini memang harus ditekan. Sebab, angka tersebut merupakan jumlah pasokan ke dealer.

Jika tidak, stok akan menumpuk karena saat ekonomi melemah daya beli konsumen di tataran retail cenderung berkurang. Karena itu, dia mengungkapkan wholesale Suzuki pada kuartal pertama tahun ini cenderung akan berkurang dari raihan pada periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, dia tidak bersedia memprediksi penurunan yang akan terjadi pada kuartal I 2015. Sebagai gambaran, angka penjualan kuartal pertama tahun lalu mencapai 83.295 unit.

“Kuartal pertama memang bisa turun tapi kami memang mau menekan stok di pasar. Pasar belum bergerak sedangkan stok harus dinormalisasi jadi tidak bisa menekan pasar dengan memasok lebih banyak kendaraan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, saat ini stok Suzuki di atas normal, yakni sekitar 1,2 bulan angka penjualan. Selain karena ekonomi yang melambat, dia menyatakan, kondisi ini terjadi lantaran ada penurunan angka penjualan di dua bulan pertama sebab hari kerja pada Februari lebih pendek.

Yohan memprediksi pada Maret ini di pasar belum ada pergerakan yang berarti, tapi naik secara perlahan setelah itu. Karena itu, dia optimistis pada Maret angka penjualan akan lebih dari 15 ribu unit. Pasar pada awal kuartal II 2015 masih akan melandai karena di beberapa daerah, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, harga komoditas belum beranjak normal dan belum memasuki masa panen.

BISNIS.COM

#Sepeda Motor
#Suzuki

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi