Mercedes Gandeng Nissan Garap Bisnis Pikap
Reporter: Tempo.co
Editor: Burhan Sholihin Koran - Red. Ut
Rabu, 8 April 2015 14:22 WIB
.

TEMPO.CO, Frankfurt - Perusahaan otomotif asal Jerman Daimler AG menyatakan, pihaknya akan memperluas kerja sama dengan Nissan Motor Co Ltd untuk mengembangkan pikap (kendaraan bak terbuka) berukuran sedang di bawah nama Mercedes-Benz.

Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkecil kesenjangan penjualan dengan BMW. Pikap tersebut menyasar pelanggan komersial dan swasta di Eropa, Latin Amerika, Australia dan Afrika Selatan. 

Pikap berukuran sedang ini akan menggunakan sejumlah basis truk Nissan NP300, menurut Daimler dan Nissan dalam sebuah pernyataan bersama seperti dilansir dari Reuters, Rabu.

"Memasuki segmen yang sedang berkembang pesat yaitu pikap berukuran sedang, merupakan langkah penting dalam melanjutkan jalur pertumbuhan global kami," kata Chief Executive Daimler Dieter Zetsche.

Akhir bulan lalu, Mercedes mengumumkan akan memproduksi truk pikap menengah bagi pelanggan di luar Amerika Utara. Hal ini dilakukan untuk memasuki kategori kendaraan baru yang telah didominasi merek-merek berharga rendah.

Daimler mengungkapkan, truk pikap Mercedes-Benz berkapasitas 1 ton tersebut akan diproduksi Nissan di Cordoba, Argentina, bersamaan dengan Nissan NP300 dan truk bermerek Renault untuk pasar Latin Amerika.

"Nissan-Renault segera berinvestasi 600 juta miliar dolar AS di Cordoba untuk memproduksi sebuah pikap baru," kata Presiden Argentina Cristina Fernandez dalam sebuah acara di Buenos Aires, dan mengungkapkan proyek itu akan menciptakan 1.000 lapangan pekerjaan.

Popularitas truk pikap meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Tahun lalu, tiga dari empat mobil terlaris di Amerika Serikat adalah truk pikap berukuran besar, yaitu Ford F-150, Chevrolet Silverado dan Ram 1500.

Daimler menyatakan bahwa segmen ini terus menanjak dan menciptakan peluang bagi merek premium. Studi terbaru Truecar.com menyebutkan, 25 persen dari truk pikap Ford dijual seharga 50.000 dolar AS atau lebih, demikian Reuters.

REUTERS | ANTARA

#Otomotif
#Nissan

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi