Pasar Mobil Lesu, Low Cost Green Car Jadi Tulang Punggung  
Reporter: Tempo.co
Editor: Anisa Luciana pdat
Selasa, 6 Oktober 2015 11:33 WIB
Mobil murah milik Toyota yaitu Agya saat diperkenalkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013, Jakarta, (24/9). TEMPO/Subekti

BISNIS.COM, Jakarta - Di tengah pasar mobil yang lesu pelaku industri kembali menaruh harapan pada segmen low cost green car alias LCGC untuk menopang target penjualan tahun ini. Segmen LCGC merupakan pasar tergemuk kedua di Indonesia setelah low multi purpose vehicle (LMPV).

Merujuk data terakhir dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada periode Januari-Agustus 2015 total penjualan mobil baru di Tanah Air secara wholesales sebanyak 671.641 unit. Dari jumlah tersebut, segmen LMPV berkontribusi sebanyak 168.353 unit atau sekitar 25,1 persen dari total pasar. Sedangkan segmen LCGC terlego 104.061 atau setara 16 persen dari seluruh penjualan.

Di sisi lain, penurunan pasar LCGC dibandingkan kurun waktu yang sama tahun lalu tidak sebesar melorotnya total penjualan. Pada delapan bulan pertama tahun lalu, total pasar terbukukan sebanyak 830.096 unit.

Artinya, sepanjang tahun ini total pasar anjlok sekitar 19,1 persen. Sedangkan pada periode Januari-Agustus tahun lalu total penjualan LCGC menapak jumlah 113.752 unit, sehingga penurunan penjualan yang terjadi hanya sekitar 8,5 persen.

Sementara itu, kontributor penjualan terbanyak terhadap total pasar otomotif, yaitu segmen LMPV, penjualannya pada periode Januari-Agustus tahun lalu mencapai 257.279 unit. Dengan demikian, sepanjang tahun ini penjualan LMPV menukik tajam dengan persentase penurunan sebesar 34,6 persen.

Sumbangsih LCGC terhadap pasar otomotif nasional tersebut sangat signifikan. Dibandingkan dengan segmen lainnya, petarung di kelas LCGC relatif sedikit. Sejak LCGC meluncur di jalanan Indonesia pada pertengahan 2013 lalu, hingga kini pemain di kelas LCGC hanya lima merek.

Kelima merek tersebut, yaitu Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Suzuki Karimun Wagon R, Honda Brio Satya, dan Datsun Go Panca. Meski demikian, raihan angka penjualan yang ditorehkan sangat gemilang.

Mengomentari hal tersebut, Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor Sudirman M. Rusdi berharap kinerja LCGC dapat tetap terjaga, sehingga ketika salah satu pasar segmen jumbo tak menurun drastis, dapat sedikit menjaga volume total penjualan.

“Semoga penurunan pasar tidak semakin dalam karena adanya LCGC. LCGC dibandingin tahun lalu memang mengalami penurunan tapi kecil sekali dibanding segmen-segmen lain,” katanya Minggu, 4 Oktober 2015.

Melihat grafik penjualan LCGC tersebut, dia berujar bahwa kehadiran segmen itu bisa menjadi satu alternatif pilihan bagi konsumen saat ekonomi melambat. Di sisi lain, LCGC dinilai Sudirman dapat memenangkan hati konsumen di tataran pembeli pertama mobil baru baik yang pindah dari konsumen mobil bekas atau peralihan dari kendaraan roda dua.

Pada periode Januari-Agustus 2015, andalan ADM di segmen LCGC yaitu Ayla menjadi paling laris kedua terbanyak dengan penjualan mencapai 22.479 unit. Dengan jumlah tersebut, pangsa pasar Ayla di segmen LCGC mencapai 21,6 persen.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Rahmat Samulo megakui sejak kahadirannya, LCGC memang mengubah peta pasar segmen otomotif. Tahun lalu segmen tersebut seolah menjadi penyelamat total penjualan mobil karena pelambatan ekonomi.

Tahun ini, LCGC kembali memberikan peran signifikan karena pasarnya relatif terjaga dibandingkan segmen lain. Akan tetapi, setelah kehadiran LCGC diperkirakan pasar akan sulit berubah kembali mengingat belum ada segmen baru yang benar-benar memincut hati konsumen layaknya kendaraan murah dan irit bahan bakar tersebut.

Samulo menilai, meski saat ini secara persentase kontribusi LCGC meningkat dari tahun lalu yang sekitar 13 persen dari total pasar, hal itu akan sulit bertambah lagi. “Karena pasar itu sebenarnya sudah terbentuk dan masing-masing segmen memiliki karakter konsumen berbeda. Saya rasa kontribusi LCGC tidak akan berubah jauh dari tahun lalu,” ujarnya.

Saat ini, produk andalan LCGC dari andalan TAM, Agya, mendominasi pasar dengan raihan penjualan pada Januari-Agustus 2015 sebanyak 37.142. Dengan jumlah itu TAM mencaplok sekitar 35,7 persen pangsa pasar segmen tersebut.

Dony Saputra, Head of 4W Product Development PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengakui meski pasar tahun ini terperosok, LCGC masih akan bersinar. Hal ini tak terlepas dari pasar LCGC yang menyasar first entry customer. “Jadi first entry customer ini biasanya membeli LCGC, City Car, atau LMPV. Tapi kan city car itu pasarnya kecil,” tuturnya.

Sehingga, tak salah jika pelaku industri berharap dapat mencetak volume penjualan yang banyak melalui LCGC. Akan tetapi di sisi lain dia mengamini Samulo. Dony menyebut meski penjualannya cukup memberikan kontribusi signifikan terhadap total pasar karena menjadi segmen terbesar kedua, LCGC tidak akan kembali bergerak banyak. “LCGC tidak akan bergerak banyak dari 15% terhadap total penjualan nasional,” kata dia.

Sepanjang tahun ini, Karimun Wagon R sebagai senjata Suzuki di segmen LCGC baru terjual sekitar 7.717 unit. Jumlah itu sekitar 7,4 persen dari total pasar LCGC.

Head of Datsun Indonesia PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Indriani Hadiwidjaja pun angkat bicara. Dia mengamini Jika LCGC bisa menjadi harapan pelaku usaha saat ekonomi melambat dan memukul telak total pasar.

Dia optimistis LCGC selalu memiliki harapan dalam penjualan. Sebabnya, LCGC mulai diperhitungkan sebagai mobil pengganti bagi konsumen saat kondisi ekonomi tidak stabil. Akan tetapi, dia menyebut, hingga akhir tahun ini persentase kontribusi LCGC terhadap total pasar tidak akan bergerak banyak, berkaca pada capaian hingga Agustus.

“Segmen ini memang memiliki potensi di pasar otomotif nasional. Untuk tahun ini saya rasa kontribusi sekitar 15% hingga 16% terhadap total pasar,” imbuhnya.

Pada delapan bulan pertama tahun ini Datsun penjualannya menapak 18.122 unit. Jumlah tersebut setara 17,4% pangsa pasar segmen LCGC.

BISNIS.COM

#Industri Otomotif
#Gaikindo
#Sudirman M. Rusdi

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi