Polemik Rossi vs Marquez, Ini Kata Bos MotoGP
Reporter: Tempo.co
Editor: Febriyan
Jumat, 30 Oktober 2015 14:12 WIB
Pembalap MotoGP Valentino Rossi (kiri), dan Marc Marquez. AP/Shizuo Kambayashi

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Federasi Balap Motor Internasional, FIM, Vito Ippolito, membuat surat terbuka soal perseteruan yang melibatkan dua pembalap MotoGP, Valentino Rossi dan Marc Marquez. Menurut dia, polemik yang terjadi dalam sepekan terakhir ini telah meracuni olahraga, khususnya dunia balap motor.

"Kejadian belakangan ini yang berkaitan dengan perebutan juara dunia MotoGP 2015 telah memberikan kerusakan pada kompetisi dan meracuni atmosfer olahraga. Kita telah menjauh dari tradisi olahragawan yang merupakan warisan tradisi balap motor," ujarnya.

Dia meminta semua pihak menjaga perilaku dan ucapannya baik di dalam maupun di luar lintasan. Menurut dia, pembalap harus menjaga perilaku dan ucapannya karena mereka memiliki ribuan penggemar yang menjadikan mereka sebagai panutan. "Karena itu, kami memperhatikan mereka, bukan hanya dalam kejuaraan ini tetapi juga dalam semua sisi disiplin, untuk mencari contoh terbaik seperti apa olahraga kami seharusnya dijalankan," ujarnya. 

Tak hanya pembalap, Vito juga menyoroti tim dan sponsor untuk tidak memberikan komentar yang semakin membakar polemik. Menurut dia, pembalap, tim, dan sponsor harus menghormati keputusan yang telah dibuat apa pun itu. "Jika tidak, mereka telah berkontribusi pada anarki dan tidak meningingkan pengembangan olahraga ini di masa depan," katanya.

Baca juga:Jose Mourinho Terpuruk Gara-gara Wanita Cantik Ini? Lulung Antar Prabowo Serahkan Data Sumber Waras ke KPK

Kontroversi Rossi vs Marquez bermula di Sepang akhir pekan lalu. Valentino Rossi menuding Marquez telah membantu Lorenzo dalam balapan di seri MotoGP Australia di sirkuit Phillip Island. Marquez dituding sengaja memperlambat motornya untuk membuat Rossi berada di posisi keempat. Tujuannya adalah untuk memangkas keunggulan angka Rossi dari Lorenzo di klasemen pembalap. Rossi dan Lorenzo memang sedang bersaing ketat untuk menjadi juara dunia MotoGP 2015.

Tudingan itu bukannya tanpa alasan. Rossi menyatakan telah menganalisis catatan waktu tiap pembalap tiap putarannya pasca balapan di Phillip Island. Dia menemukan kejanggalan dalam catatan waktu Marquez.

Perang jelang balapan itu berlanjut di lintasan. Marquez seperti sengaja membiarkan Lorenzo melewatinya dan tak mencoba mengejarnya. Dia juga terus memprovokasi Rossi dengan manuvernya yang berbahaya. Puncaknya terjadi ketika Rossi sengaja memelankan kendaraannya dan menggiring Marquez ke luar lintasan. Marquez pun mencoba memacu kendaraannya dan kemudian menempelkan stang motornya ke kaki Rossi. Refleks, Rossi pun mengangkat kakinya dan membuat Marquez terjatuh.

Selepas balapan, pembalap Italia itu pun mendapatkan hukuman. Dia diharuskan memulai start dari posisi paling belakang pada laga pamungkas di sirkuit Valencia, 8 November mendatang. Dengan keunggulan 7 angka saja, peluang Rossi untuk menjadi juara dunia diperkirakan sulit.

Keadaan semakin memanas ketika Lorenzo menyerang rekan setimnya itu dan membela Marquez. Lorenzo mengatakan, Rossi seharusnya mendapatkan hukuman yang lebih berat. Komentar Lorenzo ini lantas menjadi perbincangan dan semakin menguatkan spekulasi adanya kongkalikong di antara pembalap Spanyol untuk menggagalkan Rossi menjadi juara dunia.

Tak hanya Lorenzo, perusahaan minyak asal Spanyol, Repsol, yang menjadi sponsor Marquez dan Honda ikut mengecam keputusan itu. Repsol bahkan menyatakan memikirkan ulang untuk terus menjadi sponsor di MotoGP akibat kejadian itu.

MOTOGP | FEBRIYAN

Baca juga:Jose Mourinho Terpuruk Gara-gara Wanita Cantik Ini? Lulung Antar Prabowo Serahkan Data Sumber Waras ke KPK

#MotoGP
#Valentino Rossi
#Italia

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi