Lama Tak Terdengar, Mobil Esemka Kini Muncul Lagi
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Jumat, 4 Maret 2016 17:32 WIB
Dua mobil Esemka tipe Rajawali terparkir di gedung Solo Technopark, 10 Februari 2015.. Mobil tersebut merupakan kendaraan yang pernah digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota Solo, Joo Widodo. TEMPO/Ahmad Rafiq

TEMPO.CO, Jakarta - Mobil Esemka harus memiliki segmen pasar tersendiri jika ingin eksis karena persaingan industri otomotif di Indonesia sangat ketat, kata Dirut Solo Techno Park (STP) Darsono di Solo, Jumat, 4 Maret 2016.

Darsono mengharapkan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) memilih segmen pasar yang jelas untuk keberlanjutan industri ini.

"Kalau bisa, segmentasi itu berbeda dengan produk mobil yang sudah ada, baik dari sisi kemampuan daya beli maupun segi lainnya," kata Darsono menyusul pendirian pabrik mobil Esemka di Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang direspons positif oleh banyak kalangan.

Baca juga: Mobnas, Sofyan: Kalau Esemka Mampu, Kenapa Tidak?  

Ia mengatakan pemilihan segmen pasar adalah syarat mutlak Esemka untuk bertahan dalam persaingan industri otomotif, apalagi Esemka adalah pemain baru. "Ketersediaan pasar juga akan menjamin keberlanjutan produksi Esemka. Tanpa pasar yang jelas, penjualan Esemka bisa tersendat dan jumlah produksi ikut terpengaruh," kata dia. "Komponen mobil cukup banyak. Keberlanjutan produksi perlu diperhatikan karena berhubungan dengan bisnis milik banyak pihak."

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengapresiasi pendirian pabrik Esemka ini, namun dia mengaku tidak mengetahui pihak-pihak yang digandeng PT SMK dalam memproduksi mobil buatan lokal ini.

Spirit awal pengembangan mobil Esemka sebagai hasil karya anak bangsa, menurut dia, harus tetap dipertahankan, apalagi Indonesia sudah memiliki banyak pelaku usaha yang bisa memproduksi komponen kendaraan.

"Kalau memang ada kerja sama teknologi, lebih baik bekerja sama dengan negara yang sudah maju teknologinya," kata Hadi.

ANTARA

#Mobil Nasional

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi