Thailand Bakal Bunuh Isuzu Mu-X Lama, Bagaimana Indonesia?  
Reporter: Tempo.co
Editor: Pingit Aria Mutiara Fajrin
Rabu, 23 Maret 2016 08:39 WIB
Isuzu Mu-X yang dipamerkan dalam Bangkok International Motor Show (BIMS), Challenger Hall, Impact Muangthong, Thailand yang berlangsung pada 23 Maret - 3 April 2016. TEMPO/Pingit Aria

TEMPO.CO, Bangkok - Isuzu Thailand telah meluncurkan varian terbaru Isuzu Mu-X dengan mesin 1,9 liter. Setelahnya, perusahaan itu akan berhenti menjual model lama dengan mesin diesel 2,5 liter di Negeri Gajah Putih. Lalu bagaimana nasib Indonesia yang kini masih menggunakan varian lama?

Dept Head Marketing Communication PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Maman Fathurrohman memastikan Thailand masih akan memproduksi mesin diesel 2,5 liter untuk di ekspor ke luar negeri.

"Mesin yang 1,9 liter ini kan untuk pasar Thailand. Mereka masih akan memproduksi mesin 2,5 liter untuk negara lainnya," katanya, Rabu 23 Maret 2016.

Menurut Maman, Indonesia bukan satu-satunya negara yang menjual Isuzu Mu-X bikinan Thailand. Negara lain yang juga menjualnya antara lain Filipina, Vietnam, Inggris, dan beberapa negara di kawasan Amerika Selatan.

Isuzu telah meluncurkan varian terbaru Isuzu Mu-X dengan kapasitas mesin yang lebih kecil, yakni 1,9 liter. Toh, dengan teknologi Blue Power, pabrikan Jepang ini menjanjikan penghematan bahan bakar 19 persen dengan performa yang justru meningkat hingga 10 persen.

Mesin Mu-X 1,9 liter Blue Power hadir dengan transmisi otomatis enam percepatan. Mesin dengan tipe R74E-TC ini akan mampu menyemburkan 150 kW/3.600 rpm dan torsi 350 Nm di 1.800-2.500 rpm.

Isuzu Mu-X akan mulai dipamerkan di Bangkok International Motor Show (BIMS) 2016 yang dibuka hari ini hingga 3 April 2016 di Challenger Hall, Impact Muangthong, Thailand.

Dalam pameran itu, masyarakat pun dapat mulai memesannya dengan empat pilihan warna, yakni Arctic Silver, Iceberg Silver, Australian Coal Black, dan Everest Pearl White.

PINGIT ARIA

#Otomotif
#Isuzu
#Thailand

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi