Mobil Sapu Angin ITS Gagal Ikut Drivers' World Champion 2016  
Reporter: Tempo.co
Editor: Clara Maria Tjandra Dewi H.
Senin, 4 Juli 2016 09:14 WIB
Sapu Angin ITS enam kali juarai SEM ASIA. dok/its.ac.id KOMUNIKA ONLINE

TEMPO.CO, Surabaya - Mobil Sapu Angin buatan tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) batal mengikuti ajang Shell Eco-Marathon Challenge Drivers' World Championship 2016. Meski dinyatakan lolos pemeriksaan teknis dan mendapatkan kesempatan untuk layak jalan (valid run) sehari sebelumnya, panitia tak mengizinkan tim ITS melaju di lintasan Queen Elizabeth Olympic Park, London.

"Alasannya Sapu Angin telah banyak mengalami perubahan," kata dosen pembimbing tim mobil Sapu Angin Witantyo melalui siaran pers, Minggu siang, 3 Juli 2016 waktu setempat.

Perubahan itu terpaksa dilakukan karena mobil Sapu Angin generasi ke-11 itu terbakar saat akan dipindahkan dari dalam kontainer di arena perlombaan, Minggu, 26 Juni. Setelah berusaha melobi ke beberapa pihak, tim ITS berupaya membangun ulang mobil dalam waktu dua hari.

Dalam kesempatan uji coba lintasan menjelang perlombaan agar bisa lolos dalam kualifikasi, Sapu Angin berhasil melakukan dua putaran dan mencatatkan angka efisiensi bahan bakar masing-masing 176 kilometer per liter dan 183 kilometer per liter. "Tapi tetap dinyatakan tidak bisa ikut race karena capaiannya masih di bawah angka 90 persen dari hasil akhir yang pernah dicapai di Shell Eco-Marathon Filipina," kata Witantyo.

Tim Sapu Angin telah melaporkan keputusan tersebut ke Rektor ITS, Joni Hermana. "Pak Rektor telah mengirimkan surat protes untuk meminta penjelasan detail terhadap kasus yang menimpa tim kami," ujarnya.

Dalam suratnya, kata dia, Rektor ITS Joni Hermana menilai tim Sapu Angin diperlakukan tidak adil. Ia menyatakan, mobil memang terkena musibah terbakar dan sempat diwujudkan kembali dalam segala keterbatasan, sekaligus telah mengalami uji lintasan sebanyak dua kali. "Jika kemudian hasil akhirnya tetap tidak bisa ikut race, mohon disampaikan dan diinformasikan dengan baik kepada kami alasan-alasan terhadap keputusan itu," tulis Joni dalam suratnya.

Drivers' World Championship tahun ini merupakan kategori yang pertama kali digelar sejak 30 tahun diselenggarakannya Shell Eco-Marathon. Tim Sapu Angin ITS menjadi salah satu dari 3 wakil asal Indonesia, karena menjadi juara pertama pada kompetisi Shell Eco-Marathon Challenge Asia 2016 di Filipina, Maret lalu.

Gugurnya tim Sapu Angin ITS, praktis menyisakan dua tim lain asal Indonesia dalam kompetisi tingkat dunia itu. Yakni tim Bumi Siliwangi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan tim Sadewa dari Universitas Indonesia (UI).

ARTIKA RACHMI FARMITA

#Otomotif
#ITS

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi