Yen Menguat, Laba Toyota Turun 15 Persen  
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan Adiwijaya
Jumat, 5 Agustus 2016 04:21 WIB
REUTERS/Christian Hartmann

TEMPO.COTokyo - Toyota Motor Corp menyatakan laba operasional pada kuartal terakhir turun 15 persen menjadi 642 miliar yen atau US$ 6,33 miliar. Perusahaan mengklaim penurunan laba disebabkan oleh nilai mata uang yen yang menguat.

Yen menguat sekitar 11 persen terhadap dolar Amerika pada kuartal ketiga dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Seperti dilansir autonews.com, penguatan nilai yen membuat ekspor Toyota kurang kompetitif dan memotong nilai pendapatan yang dipulangkan.

Perusahaan otomotif itu mengklaim, laba bersih dalam tiga bulan sampai Juni turun menjadi 552,4 miliar yen dan pendapatan turun menjadi 6,59 triliun yen. "Hal-hal bergerak begitu cepat setiap hari," kata Tetsuya Otake, Managing Officer Toyota, pada Kamis, 4 Agustus 2016, mengacu pada tingkat perubahan valuta asing yang besar.

Tetsuya menambahkan, gangguan produksi menjadi tantangan tambahan Toyota. Pabrikan mobil itu kehilangan produksi sekitar 80 ribu kendaraan karena gempa bumi di Kumamoto pada April lalu. Gempa terdahsyat sejak Maret 2011 itu membuat pabrik-pabrik di Jepang harus ditutup selama seminggu pada Februari karena ledakan dan kebakaran di sebuah pabrik pembuatan baja.

Toyota merespons dengan memotong biaya. Perusahaan tersebut akan lebih agresif memotong biaya tenaga kerja dan biaya lain untuk mengimbangi dampak mata uang yang lebih besar.

Toyota menurunkan proyeksi laba operasi untuk setahun penuh. Tetsuya mengatakan proyeksi laba operasi turun 44 persen menjadi 1,6 triliun yen dan akan menjadi yang terendah dalam empat tahun. "Diperkirakan baru-baru ini 1,7 triliun yen dan laba bersih mungkin akan turun menjadi 1,45 triliun yen," katanya. 

Toyota mengharapkan pergerakan mata uang akan berdampak pada laba operasi setahun penuh sebesar 1,12 triliun yen untuk akhir tahun, dari perkiraan sebelumnya 935,0 miliar yen.

AUTONEWS | ARKHELAUS

#Otomotif
#Toyota

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi