Toyota Indonesia Raih Penghargaan Eksportir Berkinerja
Reporter: Tempo.co
Editor: Nunuy nurhayatiTNR
Rabu, 12 Oktober 2016 21:42 WIB
Bagian belakang mobil konsep Toyota C-HR yang dipamerkan dalam acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di ICE BSD, Tangerang, Banten, 12 Agustus 2016. Toyota C-HR secara resmi untuk diedarkan di dunia pada Geneva Motor Show 2016. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meraih penghargaan Primaniyarta Award 2016 dari Kementerian Perdagangan. Penghargaan kategori eksportir berkinerja tersebut diraih Toyota untuk ketujuh kalinya. Kinerja ekspor Toyota diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya meningkatkan ekspor non-komoditas guna mendukung penambahan devisa negara.

Senior Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Edward Otto Kanter mengatakan kinerja ekspor Toyota Indonesia stabil dan terus berkembang. “Ekspor yang berbuah penghargaan ini tidak dapat kami capai tanpa dukungan dari semua pihak terutama pemerintah yang menyediakan berbagai sarana, infrastruktur, dan regulasi,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 12 Oktober 2016.

Menurut Edward, penghargaan Primaniyarta telah diperoleh Toyota Indonesia pada 2008, 2010, dan 2011.  Sejak 2013 hingga 2016, Toyota juga berhasil meraih penghargaan tersebut. 

Selain  itu, pada Desember 2015 Toyota juga  mendapat penghargaan dari  Bank Indonesia.  Bank Indonesia menyebut Toyota Indonesia sebagai Perusahaan Pelapor Devisa Hasil Ekspor Terbaik 2015, dengan pencatatan nilai ekspor Toyota sebesar US $ 2 miliar dan akumulasi mencapai lebih dari US$ 15 miliar.

Edward mengklaim pihaknya sebagai satu-satunya produsen kendaraan yang meraih penghargaan Primaniyarta tahun ini. Toyota berhasil menambah varian ekspor ke Asia yaitu produk Toyota Sienta kendaraan utuh bermerek Toyota dari 8 model sebelumnya terdiri dari Kijang Innova, Fortuner, Vios, Yaris, Avanza, Rush, Town atau Lite Ace, and Agya.

Selain menambah produk ekspor dalam bentuk kendaraan utuh, Toyota pun memulai ekspor mesin bensin dan ethanol tipe R-NR. Ekspor itu mulai diproduksi pada Maret 2016. Ekspor itu melengkapi line-up mesin bensin dan ethanol tipe TR-K. Toyoat juga mengekspor kendaraan terurai completely knock down, komponen kendaraan serta alat bantu produksi berupa jigs (alat bantu dalam proses pengelasan), dan dies (alat bantu dalam proses pengepresan).

Edward Otto Kanter mengatakan bahwa sepanjang 2016 hingga September ini pihaknya telah mengeskpor produk-produknya ke berbagai negara di dunia. Bahkan perusahaan itu telah membukukan ekspor completely build up (CBU) sekitar 123.700 unit, complete knock down (CKD) sebanyak 34.500 unit, mesin bensin lebih dari 90.300 unit, mesin ethanol lebih dari 16.200 unit, dan komponen kendaraan sekitar 64,7 juta buah.

DANANG FIRMANTO

#Industri Otomotif
#Toyota

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi