Menperin Minta Industri Sepeda Motor Genjot Ekspor  
Reporter: Tempo.co
Editor: Rully Widayati
Kamis, 3 November 2016 11:21 WIB
Sepeda Motor New Honda BeAT POP ESP. Astra-honda.com
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta industri sepeda motor dalam negeri digeber untuk meningkatkan ekspor. Alasannya, meski produksi meningkat 800 persen dalam tiga tahun terakhir, tetapi masih dalam bentuk jumlah unit. Sementara untuk ekspor motor masih terbilang kecil, yakni sekitar 300 ribu unit motor.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Market di Indonesia sebesar 6 juta per tahun, berarti ekspornya baru 5 persen,” ujar Airlangga Hartarto pada Pameran Indonesia Motorcycle Show 2016 di Jakarta Convention Center, Kamis, 3 November 2016.

Airlangga menyampaikan, populasi sepeda motor di Indonesia mencapai 90 juta unit atau lebih dari sepertiga jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta jiwa. Jumlah ini memperlihatkan sepeda motor menjadi alternatif utama masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya di tengah ketersediaan transportasi publik yang belum maksimal. “Meningkatnya kebutuhan sarana transportasi, khususnya alat transportasi darat,berperan memacu tumbuh kembangnya industri kendaraan, termasuk industri sepeda motor,” katanya.

Dalam lima tahun terakhir, industri sepeda motor di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan dengan rata-rata produksi di atas 7 juta unit per tahun. Kemenperin optimistis terhadap tren pertumbuhan industri sepeda motor dalam negeri yang akan meningkat secara konsisten dalam beberapa tahun mendatang.

Airlangga menyampaikan, hal ini juga semakin memantapkan posisi Indonesia sebagai produsen sepeda motor ketiga terbesar di dunia setelah Tiongkok dan India. Di sisi lain, Kemenperin menekankan pentingnya pengoptimalan kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) di dalam negeri, sehingga industri sepeda motor nasional mampu mengembangkan produk yang sesuai kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Airlangga meminta kepada para prinsipal untuk lebih memberikan perhatian pada peningkatan kegiatan desain dan kegiatan teknis dalam negeri yang disertai dengan upaya-upaya untuk meningkatkan bobot kemampuan SDM di Indonesia.

Dengan demikian, kegiatan industri manufaktur sepeda motor akan meningkat pesat. “Industri sepeda motor merupakan sektor padat teknologi yang dapat bermanfaat menjadi wahana pendidikan untuk mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam penguasaan teknologi manufaktur di industri otomotif,” katanya.

Untuk itu, Pemerintah terus mendorong sinergi dengan akademisi, pebisnis, dan komunitas dalam membangun SDM industri otomotif di Indonesia.

ANTARA

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi