Tarif BPKB-STNK Naik, Ini Hasil Simulasi Harga Suzuki
Reporter: Tempo.co
Editor: Sugiharto
Sabtu, 7 Januari 2017 15:31 WIB
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memperkenalkan sedan terbarunya, Suzuki Ciaz di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 di Tangerang, 30 Agustus 2015. Kehadiran Suzuki Ciaz untuk melengkapi pasar otomotif Indonesia dalam model mobil sedan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Setiawan Surya, 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menyatakan bahwa Suzuki telah melakukan simulasi penghitungan harga on the road pada produknya setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016.

Peraturan pemerintah itu antara lain mengatur biaya administrasi BPKB, STNK, dan pelat nomor. Biaya itu menyangkut penambahan atau kenaikan tarif pengesahan STNK, penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan, dan surat izin serta STNK lintas batas negara.

BacaTarif Baru BPKB-STNK, Harga Grand Livina Naik Rp 3 Juta

Untuk kendaraan roda dua, tarifnya naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu. Sedangkan untuk roda empat dari Rp 75 ribu menjadi Rp 200 ribu. Kenaikan tarif juga berlaku untuk penerbitan BPKB baru dan ganti kepemilikan (mutasi).

Untuk kendaraan roda dua dan tiga tarifnya naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 225 ribu. Lalu kendaraan roda empat dari Rp 100 ribu menjadi Rp 375 ribu. Semua tarif baru tersebut mulai diberlakukan pada 6 Januari 2017.

Lalu, apa hasil simulasi Suzuki?

Hasilnya adalah, “Pemberlakukan PP Nomor 60 Tahun 2016 ini saya rasa tidak akan berdampak besar terhadap harga jual (kendaraan),” kata Setiawan pada Jumat, 6 Januari 2017, kepada Tempo.

SimakTarif Baru BPKB-STNK, Harga Toyota On The Road Naik 1 Persen

Namun, Setiawan tak mau mengungkapkan harga on the road mobil Suzuki setelah kenaikan biaya BPKB dan STNK kendaraan bermotor. Dia beralasan Suzuki masih melakukan penghitungan secara lebih mendalam untuk mengetahui secara pasti kenaikan harga setiap produk Suzuki.

WAWAN PRIYANTO

#STNK
#Suzuki

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi