Ini Alasan Yamaha Memilih All New R15 Bermesin SOHC  
Reporter: Tempo.co
Editor: Eko Ari Wibowo
Selasa, 24 Januari 2017 00:56 WIB
Maverick Vinales, pembalap tim Movistar Yamaha saat mengenalkan produk terbaru dari Yamaha All New R15 di Sentul International Circuit , Bogor, Jawa Barat, 23 Januari 2017. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.COJakarta - Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memperkenalkan sepeda motor sport terbaru, All New Yamaha R15, di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 23 Januari 2017. Motor baru ini mengisi segmen kelas sport 150 cc yang terbilang cukup keras.

Di kelas ini, ada Honda CBR 150R dan Suzuki GSX-R 150. Kemampuan Suzuki GSX-R 150 rencananya baru akan dicoba di Sirkuit Internasional Sentul pada Kamis, 26 Januari mendatang.

All New R15 menggunakan mesin baru berkapasitas 4 langkah berpendingin cair, SOHC, silinder tunggal, berkapasitas 155,1 cc. Mesin ini sanggup menghasilkan tenaga maksimum sebesar 14,2 kW pada 1.000 rpm dan torsi maksimum sebesar 14,7 Nm pada 8.500 rpm. 

"Mesin ini yang terbesar di kelasnya," kata Executive Vice President Director YIMM Dyonisius Beti, Senin.

Baca: Maverick Vinales Luncurkan Yamaha YZF-R15

Mesin Single Over Head Camshaft (SOHC) ini lalu dikombinasikan dengan teknologi terkini Yamaha, Variable Valve Actuation atau VVA. Teknologi ini juga disematkan Yamaha pada Aerox 155VVA. "Kombinasi SOHC dan VVA ini bagus dan cocok untuk di Indonesia," ujar Dyonisius.

Presiden Direktur Yamaha Motor R&D Indonesia Katsumitsu Wakamatsu mengatakan pemilihan mesin SOHC ketimbang mesin Double Over Head Camshaft (DOHC) ini telah melalui berbagai pertimbangan yang matang. Masing-masing memiliki kelebihan.

Menurut dia, mesin DOHC bagus di putaran mesin tinggi. DOHC juga dinilai tidak terlalu bagus untuk long stroke. Sedangkan pada mesin SOHC, power sudah mulai terasa di putaran mesin rendah. "Performanya semakin bagus dengan kombinasi teknologi VVA," ucap Katsumitsu.

Teknologi VVA yang diaplikasikan pada All New R15 berfungsi menciptakan torsi dan tenaga maksimum pada semua putaran mesin. VVA merupakan bagian dari teknologi Blue Core Yamaha yang diklaim memiliki pembakaran optimal, pendinginan maksimal, juga minim gesekan.

VVA juga mengoptimalkan sistem setting injeksi (Fuel Injection/ FI) dengan pemetaan 3-dimensi guna mengontrol volume bahan bakar dan timing pengapian berdasarkan rpm dan bukaan gas.

Selain itu, Presiden Direktur YIMM Minoru Morimoto mengatakan All New R15 memiliki DNA balap yang kental. DNA balap pada All New R15 terlihat jelas pada bentuk desain yang ramping, sporty, dan aerodinamis. Lekukan tegas pada fairing, juga buritan yang ramping, mempertegas All New R15, membuatnya sanggup melaju kencang saat digeber pada kecepatan puncak.

WAWAN PRIYANTO

Baca: Rossi dan Vinales: Halo Indonesia!

#Sepeda Motor
#Yamaha Motor Indonesia

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi