Ford Bakal Meluncurkan Mobil Listrik dan Truk Pikap di Cina
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan
Senin, 10 April 2017 14:30 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Perusahaan manufaktur otomotif asal Amerika Serikat Ford Motor berencana untuk segera merilis sejumlah mobil listrik serta model truk pikap di Cina. Hal itu diungkapkan Chief Executive Officer Ford, Mark Fields ke publik saat saat kunjungannya ke Cina.

 Mark mengapresiasi pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Cina Xi Jinping sebagai langkah konstruktif untuk menjalin hubungan yang lebih kuat.“Ketika dua kepala negara bertemu, mereka menjadi memiliki keterkaitan satu sama lain,” jelas Field dalam sebuah wawancaranya dengan Bloomberg Television.

Baca Juga: Ford Duduki Rangking Teratas Untuk Teknologi Swakemudi

“Pertemuan tersebut menjadi dasar yang kuat untuk membuat kemajuan yang konkret untuk memperkuat hubungan antara kedua negara tersebut. Saya merasa itu sangatlah mungkin terjadi".

Tentu saja, hubungan yang memburuk antara AS dan Cina akan berdampak pada sejumlah perusahaan seperti Ford yang tengah melirik untuk menjual kendaraannya di pasar otomotif terbesar di dunia tersebut. Ford juga telah mengumumkan bahwa pihaknya akan memproduksi merek mobil mewah miliknya, Lincoln di Cina untuk memanfaatkan permintaan yang terus bertumbuh.

Dalam komentar publik dari kedua presiden tersebut pasca pertemuannya, mereka secara umum mengungkapkan tentang ‘kemajuan’ hubungan antara kedua negara dan optimisime tentang masa depan.

Meski sebelummya, Trump dalam kampanyenya pada pemilihan Presiden AS waktu itu selalu melontarkan tuduhan yang berapi-api yang menyatakan bahwa Cina telah mencuri pekerjaan perusahaan manufaktur AS.

Di sisi Cina, Pemerintah Cina mensyaratkan para perusahaan otomotif asing untuk menjalin kerja sama melalui joint venture dengan perusahaan lokal untuk memproduksi kendaraan serta mengurangi tarif terhadap mobil impor.

Baca: Jadi Pesaing Nissan Juke, Ini Perkiraan Harga Hyundai Kona

Mark menyebutkan reformasi yang nyata dan terbuka sangatlah diperlukan. Isu yang perlu diperhatikan lebih besar dari hanya sekedar isu batas kepemilikan asing dari kerja sama joint venture tersebut yang hanya mencapai 50 persen, yaitu diantaranya perlunya mengurangi ketidakpastian kebijakan, mendorong tingkat kepercayaan bisnis dan menciptakan kesempatan yang sama bagi setiap negara pada saat yang sama.

Ford saat ini tercatat telah mendirikan joint venture dengan perusahaan lokal Cina yaitu Chongqing Changan Automobile Co. dan Jiangling Motors.

Mark juga melihat  peluang besar  untuk meningkatkan penjualan model truk pikap di Cina yang telah mengurangi pembatasan penggunaan model pikap di sejumlah pusat kota.

Ford juga sedang memperkenalkan model pikap  terlaris miliknya, Ford Tough, ke pasar Cina serta berencana juga menjuala model pikap berukuran sedang, Ford Ranger, pada 2018 mendatang.

BISNS.COM


 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi