Varian Mazda Terbaru Andalkan Fitur GVC
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Senin, 17 April 2017 21:30 WIB
PT Eurokars Motor Indonesia dalam peluncuran 5 produk terbaru Mazda di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, 14 Maret 2017. Dok. Mazda.

TEMPO.CO, Jakarta - PT Eurokars Motor Indonesia (Eurokars Group), distributor resmi mobil Mazda di Indonesia, mengumumkan secara resmi harga salah satu mobil terbaru Mazda, Mazda CX-3.

Mobil ini pertama kali diperkenalkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2016 dan kembali diperlihatkan kepada media di acara peresmian Eurokars Motor Indonesia sebagai distributor Mazda di Indonesia pada 14 Maret lalu.

Adapun harga resmi yang diumumkan yakni Rp 388 juta untuk varian Mazda CX-3 tipe touring dan Rp 435 juta untuk tipe grand touring.

BacaBerebut Pasar, Nissan Serena Terus Pepet Toyota AlphardToyota C-HR Siap Masuk Indonesia, Simak JadwalnyaKTM Luncurkan Dua Model Motor Adventure di Malaysia, Ini HarganyaCari Mobil LCGC Termurah ? Ini Daftarnya

Pihak Eurokars menyatakan harga tersebut berlaku selama periode peluncuran perdana, dimulai dari awal April Surat Pemesanan Kendaraan (SPk) hingga akhir Mei 2017. Euroskars meyakini model terbaru ini akan mendapat respons positif dari penggemar otomotif di Tanah Air lantaran memiliki sejumlah keunggulan kompetitif dari model sejenis merek lain, salah satunya fitur terbaru Mazda yakni G-Vectoring Control (GVC).

"Fitur tersebut membuat pengendara dan penumpang lebih aman dan nyaman," kata Presiden Direktur Eurokars Motor Indonesia, Roy Arman Arfandy, di Jakarta pada Senin, 17 April 2017.

Apa sebenarnya fungsi fitur GVC tersebut? GVC merupakan bagian dari SKYACTIV-VEHICLE DYNAMICS yang melengkapi jajaran SKYACTIV-Technology. Fitur ini teknologi terbaru dari Mazda yang baru pertama kali digunakan pada kendaraan.

GVC akan mengurangi torsi mesin sebanyak maksimal 3 persen, sangat sedikit dan tidak akan terasa, pada saat mobil mulai memasuki tikungan dan mengembalikannya lagi pada saat keluar dari tikungan. Namun, kerja yang sederhana ini berlangsung berulang-ulang dengan sangat cepat sehingga sepersekian detik termasuk saat mobil berjalan lurus.

Mobil berjalan lurus bukan berarti bisa lurus dengan sempurna, namun sebenarnya mobil berjalan berkelok-kelok walau dalam skala sangat kecil. Saat torsi mesin dikurangi, maka bobot mobil akan berpindah ke depan sehingga menambah grip ban depan yang akan mengurangi kemungkinan understeer, sekaligus secara otomotis mengalihkannya gaya sentrifugal kesamping menjadi sedikit ke depan.

Kemudian, di saat torsi mesin dikembalikan, maka bobot mobil akan pindah ke belakang sehingga menambah grip ban belakang yang akan mengurangi kemungkinan oversteer, sekaligus secara otomatis mengakihkan gaya sentrifugal ke samping menjadi sedikit ke belakang.

Dari sisi kenyamanan, GVC akan mengurangi derita pengemudi maupun penumpang akibat gaya sentrifugal kesamping saat mobil melaju di tikungan. Dengan demikian, kelelahan pengemudi maupun penumpang akan sangat berkurang sehingga menjadikannya lebih nyaman.

Sementara dari sisi keselamatan, GVC juga akan mengurangi derita mobil itu sendiri akibat gaya sentrifugal kesamping saat mobil melaju di tikungan, sehingga kemungkinan understeer maupun oversteer akan jauh berkurang.

BISNIS.COM

#Industri Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi