Mengapa Target Produksi Sedan Masih Rendah?
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan
Senin, 15 Mei 2017 15:13 WIB
Porsche Panamaera 4S diluncurkan di The Pallas, Jakarta, Senin, 27 Februari 2017. Panamera merupakan mobil sedan premium hasil racikan produsen asal Jerman yang mempunyai tenaga super. Tempo/Wawan Priyanto.

TEMPO.CO, Jakarta - Target produksi kendaraan segmen sedan yang dipatok pemerintah terbilang sangat rendah, yakni hanya sebanyak 110.000 unit pada 2020. Padahal, target produksi yang ditetapkan sebanyak 2,5 juta unit.

Baca: Produksi Kendaraan Naik 11 Persen

Dari data yang dirilis Kementerian Perindustrian, pada tahun lalu total penjualan sedan tercatat sebanyak 13.832 unit. Secara persentase, kenaikan pasar sedan memang cukup signifikan. Namun, secara komposisi angka tersebut masih kecil dibandingkan segmen lain.

Padahal, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tengah mengupayakan penurunan tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBm) sebagai upaya untuk merangsang produksi dan penjualan kendaraan jenis ini.

"Nanti bisa dikoreksi setelah rumusan pajak yang baru disetujui oleh pemerintah," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Alektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan kepada Bisnis, Senin 15 Mei 2017.

Angka 110.000 unit hanya menyumbang sekitar 4,4 persen dari total market share pada 2020. Dari draf salinan komposisi pasar kendaraan 2020 yang dirilis Kementerian Perindustrian, target terbesar ada pada kendaraan penumpang segmen non sedan dengan roda penggerak 4x2 yakni sebanyak 1,35 juta unit dengan market share 54 persen.

Adapun target untuk segmen lain masih di bawah kendaraan sedan, yakni sport utility vehicle (SUV) 4x4 ditargetkan sebanyak 150.000 unit dengan market share 6%, kendaraan ramah lingkungan harga terjangkau atau low cost green car (LCGC) sebanyak 450.000 unit dengan market share 18 persen.

Secara total, pasar kendaraan penumpang pada 2020 ditargetkan sebanyak 2,06 juta unit atau dengan market share sebesar 82,4 persen. Adapun sisanya yakni 17,6 persen atau 440.000 unit merupakan kendaraan komersial yang terdiri dari pikap/truk sebanyak 425.000 unit dan bus sebanyak 15.000 unit.

Putu menambahkan, pemerintah memang memprioritaskan pengembangan kendaraan bermotor ke arah kendaraan penumpang yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan, dengan fuel economy tinggi.

Baca: Terungkap, Mengapa Produksi Pikap dan Bus Anjlok

Ini sesuai dengan arah pengembangan kendaraan bermotor global yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus ekspor. "Sehingga targer 2 juta sampai 2,5 juta unit kendaraan kami harapkan bisa tercapai," ucap Putu.

BISNIS.COM

#Otomotif
#Kementerian Perindustrian

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi