Geely Beli Lotus, Perusahaan Otomotif Cina Yang Kian Berkibar
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan
Jumat, 26 Mei 2017 10:57 WIB
Lotus Evora 400 saat dipamerkan dalam Geneva International Motor Show di Jenewa, Swiss, 3 Maret 2015. Lotus mengklaim bahwa mobil terbarunya tersebut lebih efisien dan lebih ringan dari model sebelumnya. AP Photo

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan manufaktur otomotif asal Cina, Geely  Automobile Holdings Ltd akhirnya menjadi pengendali di Lotus Cars setelah mengakuisisi mayoritas kepemilikan saham merek sport car Inggris itu yang tengah dihimpitmasalah keuangan.

Baca: Perusahaan Otomotif Cina Cari Karyawan dari AS, Ini ...Akuisisi Lotus  merupakan bagian dari kesepakatan Geely dengan Proton untuk membeli 49,9 persen saham perusahaan otomotif Malaysia itu yang sedang goyah.  Sementara Proton merupakan salah satu pengendali  Lotus Cars dengan kepemilikan saham 49 persen. Sisanya 51 persen saham Lotus dimiliki pabrikan mobil Swedia Volvo Car.

Volvo juga sudah dibawah kendali Geely yang membeli saham pabrikan mobil mewah ini dengan nilai USD 1,8 miliar pada 2010 silam. Geely juga menjadi pemegang kendali di perusahaan London Taxi Company.

Dengan menjadi pengendali Proton, Geely berambisi menguasai pasar di Asia Tenggara. Dengan memakai teknologi terbaru Volvo, pabrikan mobil Cina itu meyakini bisa menguasai pasar Asia Tenggara.

James Chao, konsultan IHS Markit Automotive menilai, platform teknologi Volvo kemungkinan akan disematkan pada mobil Proton. "Ini membuat daya saing mobil Proton akan semakin meningkat," ucapnya seperti dikutip dari BBC News, Kamis 25 Mei 2017.

"Proton akan menjadi pembuka akses bagi Geely untuk menguasai pasar di Malaysia, Inggris, India, dan Australia dan negara-negara lain," ucap Chao lagi.

Baca: Perusahaan Otomotif Cina Akan Bangun Pabrik Mobil di AS Geely menargetkan bisa memproduksi tiga juta unit mobil pada 2020 di semua lini operasinya. Target itu diyakini bisa tercapai.

SETIAWAN ADIWIJAYA

#Otomotif
#Geely

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi