Gaikindo: Ekspor Mobil Indonesia Kalah dari Thailand
Reporter: Tempo.co
Editor: wawan priyanto
Senin, 14 Agustus 2017 17:00 WIB
Seorang pekerja mengecek mobil yang siap diekspor di IPC Car Terminal, PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 8 Agustus 2017. ANTARA FOTO
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah ekspor mobil Indonesia masih kalah dengan Thailand. Indonesia hanya mampu mengekspor 200 ribu mobil per tahun. Sementara Thailand mencapai 1,2 juta unit per tahun. Ekspor terbesar mobil Indonesia yaitu ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Jepang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Kita ini masih jago kandang. Jumlah produksi mobil lebih besar dari Thailand, namun sebagian besar produk untuk pasar domestik,” ujar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugianto dalam Seminar Apakah Perekonomian Indonesia Melambat?, di Hotel Borobudur, 14 Agustus 2017.

Baca: Peluang Ekspor Mobil ke Australia Besar, tapi...

Menurut Jongkie ada dua sebab ekspor mobil Indonesia masih rendah. Faktor pertama ada pada selera konsumen Indonesia yang lebih menyukai mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV). Hal itu mempengaruhi produksi mobil ini yang lebih besar di dalam negeri.

“Orang indonesia suka mobil MPV karena multifungsi. Bisa dibawa ke kantor dan bisa buat acara keluarga. Sementara pasar luar negeri lebih menyukai mobil jenis sedan, SUV dan pick-up,” tuturnya.

Simak: TMMIN Ekspor Toyota Sienta Euro 6 ke Singapura

Selain itu, Jongkie menerangkan masalah kedua terletak pada regulasi pemerintah. Peraturan pemerintah saat ini menggolongkan mobil jenis sedan sebagai mobil mewah. Oleh sebab itu, pajak kendaraan untuk mobil sedan lebih tinggi, dibanding mobil jenis MPV atau SUV.

“Pajak yang tinggi menyebabkan kerugian di pasar mobil sedan yang menyebabkan produksi sedan kita tidak berkembang di Indonesia,” katanya.

ROSSENO AJI NUGROHO | WAWAN PRIYANTO

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi