Belanja Iklan New Suzuki Ertiga di TV Tertinggi Selama IIMS 2018
Reporter: Tempo.co
Editor: Eko Ari Wibowo
Kamis, 10 Mei 2018 15:15 WIB

GOOTO.COM, Jakarta - Ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2018 telah berdampak pada belanja iklan industri otomotif mobil dan sepeda motor yang ditayangkan di televisi turut mengalami peningkatan signifikan dibanding IIMS 2017.

Pada IIMS 2018, belanja iklan otomotif mencapai Rp 78,70 miliar atau meningkat 19,52 persen dari belanja iklan pada periode IIMS 2017, yang mencapai Rp 65,85 miliar, dengan iklan Suzuki Ertiga tertinggi. Berdasarkan keterangan tertulis PT SIGI Kaca Pariwara, perusahaan periklanan, Suzuki (mobil) dengan brand All New Suzuki Ertiga mengeluarkan dana beriklan paling tinggi dibanding brand lain, yakni mencapai Rp 33,36 miliar.

Baca: Simak Cicilan Kredit All New Suzuki Ertiga

Setelah Suzuki Ertiga, Wuling Motors mengeluarkan dana iklan otomotif mencapai Rp 17,06 miliar dan Honda (sepeda motor) dengan dana iklan Rp 16,51 miliar. Selanjutnya brand Datsun dan Hino dengan dana iklan masing-masing Rp 6,09 miliar dan Rp 2,02 miliar. Sebenarnya, pada periode ini, semua brand mengalami peningkatan belanja iklan televisi, kecuali Datsun, Hino, Mitsubishi, Chevrolet, dan Honda (mobil).

Ada enam brand yang beriklan di televisi saat acara IIMS 2017 dan berlanjut pada IIMS 2018, yakni Chevrolet, Honda (mobil), Honda (sepeda motor), Suzuki (mobil), Suzuki (sepeda motor) dan Yamaha (sepeda motor).

Sedangkan brand yang saat IIMS 2017 beriklan tapi tidak beriklan di TV saat IIMS 2018 adalah Daihatsu dan Toyota. Adapun brand yang saat IIMS 2017 tidak beriklan tapi saat IIMS 2018 beriklan di TV adalah Wuling Motors, Datsun, Hino, dan Mitsubishi (mobil). Khusus satu hari setelah IIMS 2018 selesai pada 30 April 2018, dana belanja iklan industri otomotif mencapai Rp 6,54 miliar. Pada periode ini, Honda (sepeda motor) menjadi brand yang paling banyak mengeluarkan dana untuk beriklan di televisi, yang mencapai Rp 2,73 miliar.

Jika dilihat dari jumlah titik iklan otomotif yang ditayangkan televisi nasional, selama periode IIMS 2018 terdapat 2.698 titik iklan atau naik 1,09 persen dari total titik iklan pada IIMS 2017, yang sebanyak 2.669 titik iklan.

Untuk titik iklan, pada periode sebelum acara IIMS 2018 dilaksanakan pada 1-16 April 2018, jumlah titik iklan dari keseluruhan brand mobil dan sepeda motor yang beriklan pada periode itu adalah 1.741 titik iklan. Wuling Motors merupakan yang tersering muncul dengan 483 titik iklan. Brand yang tidak beriklan sama sekali di televisi pada periode ini adalah Suzuki, baik mobil maupun sepeda motor.

Memasuki periode IIMS 2018 pada 17-29 April 2018, total titik iklan naik menjadi 2.698 titik iklan. Suzuki dengan brand All New Suzuki Ertiga menjadi brand yang paling sering muncul di televisi dengan titik iklan mencapai 1.124 titik. Untuk brand Yamaha, meski dana beriklan pada periode ini mengalami sedikit peningkatan, jumlah titik iklannya justru berkurang dibanding periode sebelum IIMS 2018, dari 59 menjadi 45 titik iklan pada periode pelaksanaan IIMS 2018.

Baca: Inilah Tipe dan Spesifikasi All New Suzuki Ertiga

Memasuki periode setelah IIMS 2018 pada 30 April, titik iklan keseluruhan brand mengalami penurunan menjadi 268 titik iklan, mengingat hanya dalam satu hari pengiklanan. Pada periode ini, Suzuki dengan brand All New Suzuki Ertiga menjadi yang paling sering muncul di televisi dengan jumlah kemunculan mencapai 97 titik iklan. Selanjutnya brand Honda (sepeda motor) dengan 69 titik iklan dan brand Datsun 46 titik iklan.

Hasil monitoring Adstensity menunjukkan, pada April 2018, total belanja iklan otomotif di 13 stasiun TV nasional secara keseluruhan mencapai Rp 135,95 miliar. Namun stasiun televisi TVRI sama sekali tidak memperoleh pendapatan dari iklan-iklan otomotif karena tidak ada pengiklan dari industri otomotif di stasiun TV tersebut. Selanjutnya, apabila dibandingkan dengan April 2017, total dana belanja iklan industri otomotif mengalami penurunan 18,18 persen dari total Rp 166,17 miliar.


 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi