Ketatnya Persaingan Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander di Fleet
Reporter: Bisnis.com
Editor: Eko Ari Wibowo
Rabu, 30 Januari 2019 09:51 WIB

GOOTO.COM, Jakarta - Tak hanya ketat di segmen MPV, Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander berhadapan di pasar fleet. Toyota melakukan pendekatan berbeda dalam menggarap fleet dari ritel.

Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa konsumen fleet fokus pada nilai lebih, seperti nilai jual kembali, servis, dan kebutuhan produk khusus hingga kebutuhan unit mendadak. "Toyota, misalnya menawarkan solusi menyeluruh melalui penguatan komunikasi intens dengan konsumen dan penyediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan. Ini juga mempertimbangkan karakteristik fleet yang sedikit berbeda dengan konsumen perorangan atau ritel," ujarnya.

Baca: Setelah Mini Cooper Rp 12 Ribu, Kini New Toyota Avanza Rp 50 Juta

Toyota juga menawarkan fleksibilitas produksi layanan, dan jaringan diler untuk mendukung mereka. Toyota juga menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen fleet. Avanza misalnya, Toyota menyediakan Transmover untuk armada taksi. Jika New Avanza mendapatkan pembaruan, Transmover dipastikan bertahan dengan model lama. Pada 2018, produk ini terjual 3.371 unit, meningkat 55,13 persen dibandingkan capaian pada 2017.

Dia menjelaskan, kombinasi antara layanan dan produk termasuk value chain seperti leasing dan asuransi menjadi solusi. Dengan demikian, pelaku usaha fleet bisa lebih fokus melaksanakan bisnis rentalnya. “Jadi bagaimana kami melakukan kerja sama saling menguntungkan.”

Diluncurkan pertama kali pada 11 Agustus 2017 dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2017. Sejak kelahirannya, ia menjadi pesaing Toyota Avanza. Produk Mitsubishi ini mampu terjual 71.219 unit. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Adapun Mitsubishi kini lebih agresif menggarap pasar fleet. Head of MMC Sales and Marketing Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Imam Choeru Cahya mengatakan, tahun lalu Mitsubishi tidak begitu agresif menyasar segmen fleet karena masih memenuhi kebutuhan konsumen retail.

"Dengan produksi Xpander yang meningkat sehingga jeda tunggu konsumen ritel hanya 1 bulan, maka tahun ini akan lebih aktif menyasar konsumen fleet," ujar Imam kepada Bisnis.

Dia mengatakan bahwa Mitsubishi Motors tidak akan masuk segmen low, tetapi akan penetrasi ke pasar kendaraan serbaguna medium dengan Xpander. Selain produk, siasat lain untuk menggaet segmen pasar fleet pihaknya menggandalkan layanan purnajual seiring dengan perluasan jaringan dealer.

Baca: SUV Konsep Mitsubishi Ini Mukanya Mirip Xpander, Debut Maret 2019

Head of Aftersales Marketing dan Development MMKSI Ronald Reagen mengatakan, Mitsubishi menawarkan gratis layanan servis berkala selama 3 tahun atau 50.000 km. Selama periode itu, konsumen yang telah memiliki "Paket Smart" yang menyatu dengan harga Xpander dapat menikmati gratis layanan service.

Dia menyebutkan, “Paket Smart” itu tidak hanya berlaku untuk konsumen retail tetapi juga untuk konsumen fleet. Selama menikmati periode garansi, pengguna hanya perlu mengisi bensin.

BISNIS


 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi