Driver Taksi Online Ini Lulus Kuliah dengan IPK Nyaris Sempurna
Reporter: Pribadi Wicaksono (Kontributor)
Editor: Wawan Priyanto
Rabu, 10 Juli 2019 09:34 WIB
Rizky Aulia Hasyim (doc. istimewa)
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Yogyakarta - Seorang mahasiswi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Rizky Aulia Hasyim tak kuasa menahan haru dan bangga ketik dirinya dinyatakan lulus menyandang predikat cumlaude. Wanita kelahiran 22 April 1997 ini baru saja menjalani wisudanya pada 29 Juni 2019 dengan IPK 3,92. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Saat momen berharga tersebut, dia mencuri perhatian khalayak dengan mengenakan toga unik yang berbeda dari toga teman-teman seangkatannya, yakni toga dengan selempang hijau bertuliskan “Grab”.

“Saya sudah 1,5 tahun ini nyambi kerja sebagai driver Grab, sejak semester 6," ujar Rizky dalam keterangan yang diterima Tempo, Selasa 9 Juli 2019.

Perempuan asal Yogya itu berjuang menamatkan studinya di jurusan Ekonomi Islam agar tepat waktu sembari menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi pengemudi layanan roda empat (GrabCar).

Baca juga: Grab Dukung Kunjungan Wisata, Ada Fitur Penerjemah bagi Turis

Rizky jadi tumpuan keluarga setelah sang ayah kehilangan pekerjaan akibat terbentur masalah internal di perusahaannya bekerja beberapa tahun lalu. Sementara, sang ibu hanyalah seorang ibu rumah tangga. Padahal Rizky masih memiliki dua adik yang menimba ilmu di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Dasar (SD).

Dengan tanggungan hidup yang besar, Rizky memutuskan menjadi driver taksi online sembari tetap menjadi guru les privat sebuah lembaga bimbingan belajar di Yogya untuk siswa TK hingga SMA.

Usaha Rizky menjadi driver Grab tak lepas dari bantuan pamannya. Dia mengungkap, saat itu sang paman sudah lebih dulu jadi pengemudi GrabCar lalu menawarinya bergabung.

Bermodal mobil yang pembayarannya diangsur, tanpa ragu Rizky langsung mendaftar driver.

Alasan Rizky saat pertama kali bergabung menjadi mitra pengemudi Grab, karena semata-mata memang ingin membantu perekonomian keluarga. Terlebih, saat ayahnya keluar dari pekerjaan, ada sejumlah cicilan yang menunggak.

"Saya berpikir kalau pekerjaan seperti driver ini waktunya bisa diatur, apalagi pendapatannya juga bisa ditaksir. Untuk anak kuliahan seperti saya, ini pekerjaan yang fleksibel," ujarnya.

Penghasilan Rizky bertambah saat mulai menjadi driver. Meski kerjanya hanya pengemudi paruh waktu, pendapatan maksimal yang diperoleh bisa mencapai kisaran Rp300 ribu per hari, dengan total sekitar Rp 8 juta setiap bulannya.

Baca juga: Skuter Grab Wheels Disewakan di Bandara Soekarno-Hatta, Tarifnya

Dengan bertambahnya pendapatan, Rizky bisa mengatur penghasilan sendiri. Tak cuma membayar cicilan dan keperluan lain untuk keluarganya, tetapi juga membayar keperluan kuliah hingga wisuda.

Bahkan setelah setahun lebih menjadi driver, Rizky juga memutuskan keluar dari tempatnya mengajar les privat. Rizky memilih mendirikan tempat mengajar les privat sendiri dengan sisa tabungan sebagai driver.

“Saya bikin tempat mengajar les privat kecil-kecilan agar tetap bisa punya pendapatan dari sini. Saya ingin punya usaha les privat dan sekarang mau merasakan mengelola tempat les sendiri,” ujarnya.

Rizky mengakui bekerja sebagai driver taksi online, sembari menjadi guru les, dan menjadi kewajiban sebagai mahasiswa bukan hal mudah dijalani.

“Saat kuliah, saya fokus untuk belajar, dan setelah selesai kelas langsung nge-Grab. Kadang kalau kuliah lagi libur, saya justru optimalkan di Grab. Atau, kalau lagi libur di Grab, saya akan memanfaatkan waktunya untuk belajar sehari penuh," ujarnya.

"Memang cukup melelahkan. Tetapi kalau lihat hasilnya, saya bisa bantu orang tua dan akhirnya lulus cumlaude, rasa capek itu hilang,” ujarnya.

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi