Sering Kecelakaan, Pemerintah Akan Perketat Pengawasan Truk
Reporter: Khairul Imam Ghozali
Editor: Wawan Priyanto
Jumat, 13 September 2019 13:17 WIB
Petugas pemadam kebakaran Kota Tangerang dibantu warga mengevakuasi bangkai mobil Daihatsu Sigra yang hancur tak terbentuk akibat tertindih badan truk di Karawaci, Tangerang, Banten, Kamis, 1 Agustus 2019. Sopir truk sempat melarikan diri, namun akhirnya menyerahkan diri ke polisi. ANTARA/HO

GOOTO.COM, Makassar - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku akan memperketat pengawasan kualitas truk yang beroperasi di jalanan seiring dengan banyaknya kecelakaan fatal dalam beberapa minggu terakhir.

Langkah ini diambil karena truk sering terlibat dalam suatu kecelakaan dalam beberapa bulan terakhir karena kualitasnya yang buruk, sampai memakan korban jiwa. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan bahwa pihaknya tengah membuat upaya-upaya untuk mengawasi kualitas truk yang digunakan di jalan.

"Pemerintah sekarang akan melakukan beberapa upaya, baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk melakukan treatment itu (pengawasan kualitas)," ujarnya disela-sela ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) The Series Makassar, Rabu 11 September 2019.

Untuk regulasinya sendiri lanjut ia menjelaskan sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta beberapa aturan dari instansi pemerintah lainnya yang terkait seperti kepolisian.

"Tetapi memang kewanangan sepenuhnya ada di Kepolisian. Perhubungan punya juga menyangkut masalah pengawasan hanya saja terbatas, hanya ada di Terminal dan Jembatan Timbang," lanjut Budi.

Kepolisan, kata Budi, juga sudah berusaha mengawasi truk-truk yang 'nakal' dengan penindakan hukum dan beberapa program untuk memperketatnya. Namun memang diakui Budi kecelakan yang melibatkan truk dikarenakan kendaraan itu sendiri.

"Selama ini sebetulnya kepolisian mengawasi dengan adanya PJR (Patroli Jalan Raya). Hanya persoalannya memang karena kecelakaan kadang-kadang seperti kejadian kemarin (kecelakaan Tol Cipularang) itu faktor penyebab adalah kendaraannya," ujarnya.

Sebagai informasi, beberapa hari lalu kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan terjadi di Tol Cipularang, yang menewaskan 8 korban. Dump truk disebut sebagai pemicu jatuhnya banyak korban karena datang tak terkendali sehingga menabrak kendaraan di sekitarnya. Hal itu terjadi diduga karena rem blong.

#Kecelakaan
#Kecelakaan Beruntun
#Kecelakaan Maut Tol Cipularang

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi