Honda Thailand Sebut Pasar Motor Listrik Belum Diminati
Reporter: Erwan Hartawan
Editor: Rafif Rahedian
Selasa, 5 Maret 2024 13:00 WIB
Sepeda motor listrik Honda EM1 e: (Foto: Tempo/Dimas Prassetyo)
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Bangkok, Thailand - Motor listrik menjadi salah satu kendaraan yang mulai banyak ditemui di Indonesia. Namun hal tersebut berbanding terbalik di negara Thailand.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Chairman Thai Honda Alaksh Phornprapha menyebut motor listrik di negaranya masih belum berkembang. Hal tersebut membuat pihaknya belum menjual motor listrik ke konsumen.

"(Pasar) baru saja dimulai, tapi kami belum menjualnya hanya sebatas ke pemerintah untuk disewakan. Kami juga baru menyediakan charging station di depan dealer Big Wing kami," ucap dia saat ditemui Gooto di Bangkok, Thailand pada Jumat 1 Maret 2024.

Lebih lanjut Alaksh juga menyebut sepeda motor listrik belum cocok untuk pasar di Asia Tenggara. Pasalnya, harga bensin saat ini di Thailand masih terbilang murah.

"Saya pikir, EV di South East Asia masih terlalu cepat. Karena, harga bensin masih murah dan satu liter bisa menempuh jarak sekitar 60 kilometer, jadi belum membutuhkan kendaraan listrik, dan itu mungkin lebih murah dibandingkan listrik," dia menambahkan.

Selain itu, Alaksh menuturkan jika saat ini motor listrik yang tersedia berasal dari Cina. Hal tersebut membuat warga Thailand masih meragukan kualitas dari produk tersebut.

"Mereka membeli produk motor listrik Cina yang kualitasnya sangat rendah. Bahkan beberapa di antaranya tidak bisa didaftarkan. Parahnya dalam satu tahun, mereka tak lagi menggunakannya karena tidak ada suku cadang, tidak ada bengkel untuk memperbaiki," cerita Alaskh.

Dirinya juga menyebut saat ini karakter anak muda di Thailand masih menggemari suara knalpot yang berisik. Sedangkan motor listrik tidak menimbulkan suara atau sunyi.

"Anak muda (di sini) membeli motor karena suara knalpotnya. Maksud saya, pada motor listrik Anda tidak bisa mengubah apapun. Tapi pada motor bensin, mereka bisa mengubah knalpot, memotong rantai yang membuatnya lebih menyenangkan," tutup dia.

Pilihan Editor: Jokowi Akan Bahas Mobil Listrik di KTT Khusus ASEAN-Australia

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di membership.tempo.co/komunitas pilih grup GoOto

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi