Meski Pabrik Telah Ditutup, Hummer Tetap Diproduksi
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 17 Maret 2010 21:01 WIB
Hummer H3Ts. Dok: www.hummerguy.net

TEMPO Interaktif, Los Angeles:General Motors memang telah menutup merek Saturn dan Hummer. Meski begitu, keduanya tidaklah sepenuhnya mati. Terbukti, hingga kini kedua model itu masih tetap diproduksi.

Demikian laporan yang dilansir autonews.com. Situs itu melaporkan, sepanjang bulan lalu tak kurang dari 1.037 unit Saturn dirakit di pabrik perakitan Lansing, Michigan. Menurut Kim Carpenter, Jurubicara GM, Saturn yang dirakit itu menggunakan bahan material yang masih tersedia di pabrik perakitan tersebut Dan GM akan melanjutkan perakitan hingga beberapa pekan mendatang.

"Kami merakit beberapa Saturn dengan memanfaatkan bahan material yang ada," tutur Carpenter seperti dikutip autoevolution, Rabu (17/3). Sementara produksi Hummer akan dimulai pada 12 April mendatang. Menurut Jurubicara GM lainnya, Otie McKinley 849 unit Hummer H3Ts akan dirakit di pabrik Shreveport, Los Angeles.

Ratusan unit Hummer itu, sebut McKinley, merupakan pesanan beberapa perusahaan dan diharapkan telah rampung perakitannya pada 13 Mei mendatang. Padahal, GM telah menutup pabrik perakitan Hummer di Shreveport, Louisiana pada 18 januari lalu.

Meski line perakitan Hummer ditutup, tetapi fasilitas perakitan Shreveport ini tetap melanjutkan produksi Chevrolet Colorado dan pick up ukuran sedang Chevrolet Canyon. Penutupan fasilitas perakitan Hummer itu dilakukan pabrikan asal Amerika Serikat itu menyusul gagalnya penjualan merek itu ke perusahaan asal Cina, Sichuan Tengzhong Heavy Industrial Machines Co. pada 24 Februari lalu.

Hampir semua orang di Negeri Tirai Bambu menyatakan ketidaksetujuannya dengan rencana Tengzhong itu. Pasalnya, pabrikan mesin industri itu dinilai tidak memiliki pengalaman yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sebuah pabrikan otomotif dengan merek terkenal itu.

Lantaran itulah, pemerintah Cina tidak menyetujui proposal Tengzhong tersebut, selain alasan lingkungan.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi