Autovision Tawarkan Bohlam Ramah Lingkungan
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 25 Juli 2011 00:48 WIB
Bohlam Autovision di Indonesia International Motor Show 2011. (Arif Arianto/TEMPO)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Melengkapi kehadiran mobil-mobil baru di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011, beberapa distributor aksesori dan perlengkapan kendaraan bermotor juga unjuk diri menawarkan keunggulan produk yang dipasarkannya. Satu di antara produk perlengkapan kendaraan itu adalah bohlam lampu Autovision.

"Kami menawarkan bohlam Microzen dan Superbeam, baik untuk mobil maupun motor yang memiliki keunggulan ramah lingkungan," tutur Liong To, Sales Supervisor Sampurna Part Niaga, distributor Autovision, saat di temui di arena IIMS 2011, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Ahad, 24 Juli 2011.

Beberapa keunggulan itu, kata Liong, antara lain pemakaian arus listrik dari sistem kelistrikan kendaraan yang lebih kecil dibanding produk sejenis. Hal itu dirancang untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengguna lampu, terutama mobil.

Pasalnya, bohlam yang menyedot arus listrik besar membuat suhu di dalam headlamp semakin panas. Sementara, daya listrik yang besar juga menuntut pamakaian kabel listrik sebagai pengantar panas yang besar.

Jika kondisi kurang baik, besar kemungkinan kabel panas dan rentan terjadi hubungan pendek arus listrik. Karena itu, bohlam Autovision dirancang untuk menyedot sedikit arus listrik. "Sekitar 30-40 persen lebih rendah dari rata-rata bohlam lain," ujar Liong.

Selain itu, daya tahan atau umur pemakaian bohlam tersebut mencapai 3.000 jam bila digunakan tanpa henti baik siang dan malam atau setara dengan pemakaian selama 3 tahun. Padahal, lampu sejenis hanya memiliki ketahanan 500 jam.

Menurut Liong, bahan bohlam Autovision dibuat dari kaca kuarsa Philips yang diimpor dari Belanda. Sedangkan gas yang digunakan adalah gas Messer asal Amerika Serikat.

Namun, keunggulan lain yang tidak kalah penting adalah cahaya yang dihasilkan tidak akan menyilaukan pengguna jalan lain yang berpapasan dengan kendaraan yang memakai bohlam tersebut. Hal itu terjadi karena cahaya sudah cukup terang kendati kapasitas yang digunakan lampu masih 3.400 derajat Kelvin.

"Meski demikian, kami menyediakan lampu dengan kapasitas hingga 8.000 derajat Kelvin," kata Liong.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi