Lima SMK di Malang Berlatih Merakit Mesin Mobil
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 11 Januari 2012 17:40 WIB
All New Daihatsu Xenia dilihat dari samping, saat grand Launching di hall Hotel Grand Melia, Jakarta, (9/11). All New Xenia dijual dengan harga mulai RP 126,6 juta. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Malang - Lima Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Malang menerima hibah berupa mesin kapasitas 1.300 cc dari PT Astra Daihatsu Motor, Rabu, 11 Januari 2012.

Kelima sekolah tersebut adalah SMK PGRI 3, SMK Tunas Bangsa, SMK Nasional, SMK Pekerjaan Umum dan SMK PGRI 6. Para siswa juga mendapat pelatihan untuk perawatan kendaraan bermotor dengan pengapian sistem Electric Fuel Injection (EFI). "Agar siswa handal dan mengikuti perkembangan teknologi," kata Kepala SMK PGRI 3 Malang, Santoso, Rabu, 11 Januari 2012.

Sistem EFI, selain hemat bahan bakar juga ramah lingkungan karena menggunakan sistim pengapian secara elekronik. Sistim pengapiannya pun lebih sempurna.

Santoso berharap para siswa akan menjadi mekanik handal sesuai kebutuhan industri otomotif. Apalagi Maret mendatang sekitar seribu lulusan SMK di Malang mengikuti rekrutmen di industri otomotif nasional. Dengan demikian Santoso optmistis kemampuan teknis siswa SMK terus meningkat. Sebab selama mereka hanya menjalani praktikum kendaraan sepeda motor. "Lulusan SMK siap kerja dan memenuhi kebutuhan industri," ujarnya.

Kepala bidang riset dan pengembangan PT Astra Daihatsu Motor Pradipto Sugondo menjelaskan program tersebut melibatkan 720 siswa dari lima SMK.

Kegiatan serupa juga dilakukan mulai tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. "Melibatkan 55 sekolah di seluruh Indonesia," ucap Pradipto.

Adapun mesin yang disumbangkan tersebut bisa dicangkok ke Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza. Rata-rata setiap bulan diproduksi sekitar 18 ribu unit. Mesin tersebut mengadopsi teknologi berbasis emisi gas buang dengan standar euro 4 yang ramah lingkungan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Sri Wahyuningsih berharap siswa SMK bisa menyerap alih teknologi dari industri otomotif, seperti PT Astra Daihatsu Motor. Para siswa SMK harus mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin cepat. Selain itu, alih teknologi diharapkan bisa ditularkan kepada SMK yang lainnya. "Keterampilan serupa diharapkan bisa merata di semua SMK," katanya.

Sejumlah SMK di Malang juga mulai melakukan rancang bangun kendaraan bermotor. SMK Negeri 6 dan SMK Negeri 10 mampu merakit mobil dan mini bus. Adapun SMK Negeri 5 merakit komputer jinjing yang dipasarkan ke sekolah-sekolah di Jawa Timur.

EKO WIDIANTO

#Produksi Mobil

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi