YLKI: Kasus Nissan Juke Sebaiknya Jangan Ditutup
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Minggu, 6 Mei 2012 22:17 WIB
autoevolution.com

TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menilai kepolisian tidak seharusnya menutup kasus kecelakaan Nissan Juke yang mengakibatkan tewasnya Olivia Dewi pada Maret 2012 lalu. YLKI menilai, kasus ini seharusnya dilanjutkan untuk menunjukkan ada pihak yang bersalah dan bertanggung jawab.

“Mestinya jangan terburu-buru ditutup,” kata Sudaryatmo dari YLKI dalam diskusi Perlindungan Konsumen Industri Otomotif di Jakarta, Ahad, 6 Mei 2012. Polisi, kata Sudaryatmo seharusnya melakukan pendalaman apakah ada kelalaian dari produsen otomotif sehingga Nissan Juke tersebut terbakar. “Misalnya dari posisi aki di bagian depan kan bisa jadi indikasi,” ucapnya.

Selain itu, melanjutkan kasus ini hingga ke pengadilan akan membuat kasus ini terang benderang. Bagi Nissan, hal akan berimbas. Jika putusan pengadilan menunjukkan Nissan tidak bersalah ini akan memperkuat citra mereka sebagai produsen. Tetapi jika memang dinyatakan ada kesalahan, sudah selayaknya ada pihak yang bertanggungjawab terhadap kasus ini.

Sebelumnya, kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya Olivia Dewi terhadi pada Sabtu, 10 Maret 2012 di Jalan Sudirman, Jakarta. Mobil Nissan Juke yang dikendarai Olivia melaju dari arah Semanggi menuju Bundaran Hotel Indonesia, kemudian menabrak palang. Polisi dan satpam sempat memberi pertolongan, tapi nyawa Olivia tak bisa diselamatkan karena badannya terjepit dan pintu bagian sopir terkunci. Remaja 17 tahun tersebut akhirnya tewas terpanggang di dalam mobil.

Kasus ini ditutup karena dianggap kecelakaan tunggal. Polisi pernah memeriksa Nissan Juke bernomor B 60 GOH dengan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Markas Besar Kepolisian RI. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada kejanggalan dari mobil tersebut sehingga bisa terjadi kecelakaan.

I WAYAN AGUS PURNOMO

#Low Cost Green Car | LCGC | Mobil Hijau

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi