Insentif Mobil Murah Ramah Lingkungan Mulai April  
Reporter: Tempo.co
Editor: Amandra Mustika Megarani
Jumat, 15 Maret 2013 14:51 WIB
Menteri Perindustrian MS Hidayat (kiri) bersama Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Karawang - Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat mengatakan regulasi insentif mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) diperlakukan pada April tahun ini. "Pokoknya dalam bilangan minggu, mungkin dua minggu. Nanti mungkin mulai berlakunya mulai April," katanya, seusai menghadiri peresmian pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang, Jumat, 15 Maret 2013.

Menurut Hidayat, regulasi telah melalui proses administrasi dan tidak menemui hambatan. Kementerian terkait, kata dia, menyepakati substansi regulasi tersebut. Namun, Hidayat masih enggan memerincikan isi dari regulasi itu. Dia hanya mengatakan regulasi mencakup semua jenis mobil yang masuk dalam program penghematan bahan bakar.

Dalam aturan itu, kata dia, LCGC akan mengadopsi teknologi mesin untuk Euro 2. Dia juga mengimbau LCGC untuk menggunakan bahan bakar nonsubsidi. "Sekarang saya dan produsen sedang mengatur bagaimana caranya agar itu compulsory. Sebab, kalau kami bilang compulsury, tapi diam-diam isi premium, sama saja," katanya.

Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, mengatakan regulasi itu mengatur pemberian potongan pajak penjualan barang mewah (PpnBM) sebesar 25-100 persen. "Ada diskon PpnBM, ada yang 25, 50, dan 100 persen," katanya kepada Tempo, Selasa lalu.

Menurut dia, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh produsen mobil hijau jika ingin menikmati insentif diskon PPnBM tersebut. Persyaratan yang dipenuhi terkait dengan kondisi kapasitas mesin, konsumsi bahan bakar, persyaratan alih teknologi, serta tingkat kandungan dalam negeri. Jenis kendaraan juga akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam pemberian diskon PPnBm.

ANANDA TERESIA

Baca juga:Inilah Sembilan PR untuk Bank Indonesia dari DPRDisemprot SBY, Gita dan Suswono Janji Atasi BawangKontainer Bawang Putih di Surabaya Akan DibongkarEnergi Panas Bumi, Indonesia Kalah dari FilipinaDPR Tagih Tanggung Jawab MUI dalam Kasus GTIS

#Produksi Mobil
#Mohammad Suleman Hidayat | M.S. Hidayat

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi