Pabrik Baja Otomotif Pertama di Indonesia Siap Produksi Awal
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Rabu, 16 Maret 2016 20:18 WIB
Pekerja tengah memperbaiki kendaraan tank lapis baja yang rusak di pabrik lapis baja Kiev, di Kiev, Ukraina, 14 Agustus 2015. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Pabrik baja otomotif milik PT Krakatau Nippon Steel Sumikin akan selesai konstruksi akhir tahun ini dan siap beroperasi awal 2017.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan menjelaskan bahwa konstruksi pabrik pelat baja galvanis dengan kapasitas 500.000 ton per tahun tersebut sudah rampung 60% hingga saat ini.

Dia menjelaskan bahwa baja galvanis yang digunakan untuk membuat badan mobil masih diimpor 100 persen. Jika pabrik tersebut beroperasi, substitusi impor yang terjadi dapat mencapai 50 persen. “Untuk produksi mobil 1 juta unit itu paling tidak butuh 700.000-800.000 ton. Kalau digabung dengan sepeda motor mungkin kebutuhannya mencapai 1 juta ton,” ujarnya hari ini, Rabu, 16 Maret 2016.

Perusahaan joint venture Krakatau Steel dengan Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation (NSSMC) ini menanamkan investasi sebesar US$400 juta untuk pabrik mereka di Cilegon.

Menurut dia, baja galvanis masih memerlukan impor bahan baku berupa CRC yang memiliki standar untuk otomotif. Adapun industri baja dalam negeri masih belum bisa memproduksi CRC dengan spesifikasi yang dibutuhkan industri baja galvanis. “Paling tidak dengan mereka membangun fasilitas pengolahan di sini, yang impor itu mereka industri mereka saja untuk bahan baku. Tapi kebergantungan impor untuk baja otomotif sendiri bisa turun. Rantai pasok lebih baik, daya saing industri juga lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Kemenperin juga meminta agar KNSS mempertimbangkan untuk memproduksi baja galvanis untuk kebutuhan industri elektronik yang membutuhkan spesifikasi lebih tipis. “Kami minta supaya tidak hanya ke galvanis, tapi masuk ke baja berpelapis, masuk ke pelat yang tipis. Jadi juga menggunakan cat atau lapisan lain supaya bisa dipakai di industri elektronik. Karena sebenanrnya elektronik seperti untuk kulkas dan AC itu perlu yang kualitas ini,” katanya.

BISNIS

#Industri Baja

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi