Karyawan Mogok, Hyundai Merugi Rp 28,6 Triliun  
Reporter: Tempo.co
Editor: Fery Firmansyah
Senin, 26 September 2016 21:16 WIB
Pabrik mobil Hyundai. REUTERS/Kim Jun-Ho/Yonhap

TEMPO.CO, Jakarta - Pemogokan pekerja Hyundai Motor Co pada Senin, 26 September 2016, mengancam kinerja keuangan perusahaan otomotif itu. Pemogokan yang dipimpin Ketua Serikat Pekerja Hyundai, Park You-ki, itu menyebabkan terhentinya produksi 114 ribu mobil dan menyebabkan kerugian hingga US$ 2,2 miliar (Rp 28,6 triliun).

Para karyawan mengancam akan melanjutkan aksi hingga tuntutan mereka dipenuhi manajemen Hyundai. Aksi mogok pertama dalam satu dekade tersebut menyebabkan tiga pabrik Hyundai di Korea Selatan lumpuh. Sebanyak 50 ribu anggota serikat buruh mogok setelah negosiasi gaji dengan manajemen gagal mencapai kesepakatan.

Reuters mengabarkan, pemogokan itu menyebabkan saham Hyundai jatuh 1,4 persen menjadi 140 ribu won di Bursa Saham Seoul pada Senin pagi. Manajemen Hyundai pun menyatakan kekecewaannya atas pemogokan itu. "Meski kecewa, kami masih berupaya menyelesaikan masalah ini dengan serikat pekerja," kata manajemen Hyundai.

Aksi mogok tersebut juga mengundang keprihatinan dari pemerintah. Melalui Menteri Perdagangan Joo Hyung-hwan, pemerintah Korea Selatan mendesak Hyundai untuk menyelesaikan sengketa tersebut. Pemerintah menyatakan pemogokan akan merugikan ekspor. (Baca juga: Diguncang Mogok Kerja, Saham Hyundai Motor Turun 3 Persen)

Mogok besar-besaran di pabrik Hyundai di Ulsan, Jeonju, dan Asan, adalah yang pertama sejak 2004. Selain persoalan gaji, aksi tersebut dipicu pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah pekerja sejak Juli. Padahal pabrik Hyundai di Korea Selatan adalah basis produksi manufaktur terbesar, yang membuat 40 persen produknya secara global.

YON DEMA

Berita Lainnya Laba dan Penjualan Hyundai Tak Capai Target, Ini Sebabnya Ekspor Yamaha Xabre ke Vietnam dan Filipina Melejit Kia Berangkatkan Konsumen Berlibur ke Korea

#Produksi Mobil
#Hyundai

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi