Trump Ancam Toyota, Begini Reaksi Jepang
Reporter: Tempo.co
Editor: Sugiharto
Jumat, 6 Januari 2017 16:25 WIB
Kaisar Jepang Akihito dan Permaisuri Michiko disambut dengan lambaian bendera saat penampilan publik untuk perayaan Tahun Baru di Istana Kekaisaran di Tokyo, Jepang, 2 Januari 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

TEMPO.CO, Tokyo - Ancaman Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump terhadap pabrikan otomotif Toyota Motor Corp. memicu reaksi Pemerintah Jepang. Menimpali pernyataan keras Trump, Negeri Sakura justru menyebut Toyota sebagai warga korporasi penting Jepang di AS.

Sebelumnya, Trump menyatakan akan mengenakan bea impor tinggi lantaran Toyota berniat membangun pabrik di Meksiko lantas menjual produknya ke AS. Ancaman serupa juga dialamatkan kepada pabrikan asli AS, Ford, yang juga berniat melakukan ekspansi bisnis di Meksiko.

Bukan cuma industri otomotif, Trump juga mengkritik perusahaan-perusahaan AS yang membangun pabrik-pabrik berbiaya lebih rendah di luar negeri. Namun, yang bikin beda, pernyataan keras kepada Toyota adalah yang pertama kalinya mengenai produsen mobil asing.

"Toyota Motor bilang akan membangun pabrik baru di Baja, Meksiko, untuk memproduksi mobil Corolla untuk AS. NO WAY! Bangun pabrik di AS atau bayar pajak perbatasan besar," begitu cuitan Trump di Twitter.

BacaToyota Mau Bikin Pabrik di Meksiko, Trump: No Way!

Cuitan Trump, bagaimanapun, membingungkan pabrik Toyota di Baja yang berencana berinvestasi US$ 1 miliar di Guanajuato, yang dibangun pada November silam, beberapa hari setelah Pemilihan Umum AS. Pabrik di Guanajuato akan memproduksi Corolla dengan  kapasitas tahunan 200 ribu unit ketika mulai beroperasi pada 2019. Proyek ini menggantikan produksi mobil kecil dari Kanada.

Baja memproduksi sekitar 100 ribu truk pikap dan dasar truk setiap tahun. Toyota pada September silam menyatakan akan meningkatkan produksi truk pikap lebih dari 60 ribu unit per tahun,

Saham Toyota sempat turun lebih dari 3 persen, sedangkan Honda dan Nissan Motor turun sekitar 2 persen. Penurunan terjadi bukan lantaran dampak serangan Trump.

Ketua Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan kepada pers hari ini, Jumat, 6 Januari 2017, bahwa Toyota merupakan "warga korporasi penting." Sedangkan Menteri Perdagangan Hiroshige Seko menekankan sumbangan perusahaan-perusahaan Jepang di sektor tenaga kerja AS.

Pernyataan Seko ditanggapi dingin oleh Analis Senior JP Morgan Akira Kishimoto. "Kami pikir dampaknya terhadap kinerja bisnis (Toyota) terbatas," kata Kishimoto dalam catatannya.

Kishimoto menerangkan, peran Toyota di Meksiko terbatas. Dia menyoroti kasus tarif ekstrem 20 persen yang berdampak keuntungan operasi sekitar 6 persen. Nah, Trump mengancam mengenakan tarif impor mobil dari Meksiko sampai 35 persen.

Sejatinya, Toyota hanya satu dari banyak perusahaan otomotif yang beroperasi di Meksiko. Pabrik perakitannya di Baja, California, tempat memproduksi truk pikap Tacoma.

Nissan, juga asal Jepang, sudah ada di Meksiko selama puluhan tahun. Meksiko menjadi lokasi pabrik perakitan pertama di luar Asia. Nissan punya dua fasilitas di sana yang  memproduksi 830 ribu unit dalam setahun sampai Maret 2016.

Begitu juga Honda, yang mengoperasikan dua pabrik perakitan dan mesin dengan kapasitas tahunan 263 ribu kendaraan dan sebuah pabrik transmisi berkapasitas 350 ribu per tahun, demikian menurut warta kantor berita Reuters.

ANTARA

#Produksi Mobil
#Toyota
#Donald Trump

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi