Donald Trump Menggertak, Begini Respons Industri Otomotif
Reporter: Tempo.co
Editor: Sugiharto
Sabtu, 21 Januari 2017 21:18 WIB
Presiden Donald Trump menyapa undangan saat berdansa bersama istrinya Melania Trump dalam memeriahkan acara perayaan peresmian Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-45 di Liberty Ball, di Washington, AS, 20 Januari 2017. REUTERS

TEMPO.CO, Washington - Perusahaan-perusahaan raksasa otomotif dunia telah merespons kebijakan ekonomi dalam industri otomotif Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

BacaPeringatan Baru Trump kepada Produsen Mobil

Presiden berusia 70 tahun tersebut sebelumnya mengatakan akan mengenakan pajak yang tinggi bagi perusahaan yang mendirikan pabriknya diluar AS. Awal tahun ini sebelum dilantik pada Jumat lalu, 20 Januari 2017, dia mewajibkan perusahaan membayar pajak perbatasan sebesar 35 persen jika ingin menjual mobil di AS.

Keputusan Donald Trump tampaknya memiliki dampak yang besar dalam industri otomotif. Awalnya kemarahan Donald Trump awalnya terbatas pada pembuat mobil AS, tapi kemudian dia mengkritik pembuat mobil Eropa dan Asia untuk alasan yang sama.

Berikut respons beberapa perusahaan otomotif besar dunia dalam merespons gertakan Donald Trump.

BacaTrump Ancam Toyota, Begini Reaksi Jepang

1. General Motor (GM)Berbicara kepada wartawan di acara GM di Detroit, CEO Mary T Barra mengatakan produksi mobil kecil GM di Meksiko akan tetap dipertahankan dengan akan menginvestasikan tambahan US$ 1 miliar (Rp 13,4 triliun) pada beberapa pabrik di AS. Namun, GM membantah bahwa rencana itu dalam menanggapi gertakan Trump.

2. FordFord mengumumkan keputusan untuk menambah investasi sebesar US$ 1,6 miliar (Rp 21,4 triliun) di pabriknya di Mexico. Selain juga akan menginvestasikan US$ 700 juta (Rp 9,3 triliun) pada pabrik Flat Rock Majelis Detroit dan juga akan menambah 700 pekerja baru pada unit tersebut.

3. Fiat ChryslerCEO Fiat Crysler Sergio Marchionne mengatakan bahwa perusahaan akan menyesuaikan jika aturan berubah. Marchionne mengisyaratkan penarikan FCA ini dari Meksiko jika tarif benar-benar naik. "Saya pikir kita semua perlu kejelasan," katanya.

4. BMWPabrikan Jerman tersebut dalam menanggapi pernyataan Trum mengatakan bahwa mereka akan tetap mempertahankan pabrik di AS sebagai pabrik BMW yang terbesar di dunia.

"BMW Group sangat banyak di Amerika Serikat. Kami mempekerjakan secara langsung maupun tidak langsung hampir 70.000 orang di Amerika Serikat. Produksi model SUV kami tahun lalu mencapai 411.171 unit . Hal ini membuat pabrik Spartanburg di South Carolina menjadi pabrik terbesar BMW Group di seluruh dunia," begitu pernyataan BMW.

5. VolkswagenHerbert Deiss, Anggota Dewan Manajemen Volkswagen, mengatakan Volkswagen tidak akan mengubah rencana produksi dalam menanggapi Trump. "Meksiko adalah salah satu pasar terbesar kami," kata Deiss.

Namun, VW akan menginvestasikan tambahan sebesar US$ 900 juta (12 triliun) di pabriknya di Chattanooga, Tennessee, AS.

6. Mercedes-BenzRencana masa depan Mercedes-Benz di Meksiko adalah untuk berbagi perakitan dengan Renault-Nissan. Sesuai rencana, produsen mobil Jerman itu akan mulai perakitan kendaraan pada 2018 dari fasilitas US$ 1 miliar (Rp 13,4 triliun). Mercedes belum mundur dari rencana sejauh ini. Pernyataan resmi dari perusahaan juga belum dirilis.

7. ToyotaToyota menjawab Trump dengan menggunakan Twitter. "Toyota telah menjadi bagian dari struktur budaya di AS selama hampir 60 tahun. Volume produksi atau pekerjaan di AS tidak akan menurun meski kami membangun pabrik baru kami di Guanajuato, Meksiko.

Toyota mengivestasikan manufakturnya sebesar US$ 21,9 miliar (Rp 293,6 triliun) di AS, dimana terdapat 10 fasilitas manufaktur, 1.500 dealer dan 136.000 karyawan (langsung dan tidak langsung). Toyota berharap dapat terus bekerja sama dengan Administrasi Trump untuk melayani kepentingan terbaik dari konsumen dan industri otomotif.

IB TIMES|YON DEMA

http://www.ibtimes.co.in/donald-trump-vs-carmakers-this-how-automakers-responded-us-presidents-make-usa-pay-more-policy-713116

#Produksi Mobil
#Donald Trump
#Amerika Serikat

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi