Studi Global: Pelumas Berkualitas Tekan Biaya Operasional
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Selasa, 16 Mei 2017 16:40 WIB
Petugas melakukan kontrol kualitas botol pelumas di Production Unit Jakarta Pertamina Lubricants di Jakarta, 28 Oktober 2016. Pelumas produksi Pertamina Lubricants dipasarkan ke lebih dari 16 negara meliputi wilayah Asia, Afrika, Australia, Timur Tengah dan Eropa. ANTARA/Andika Wahyu

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 350 orang yang terdiri dari pimpinan perusahaan terkemuka di Tanah Air dan para manajer dari industri pertambangan, semen, baja, kayu dan kertas serta pembangkit listrik, mengikuti Shell Lubricants Technology Week 2017 di Bali pada 16-18 Mei 2017.

Kegiatan bertemakan "Together Anything is Possible-Lowering Your Total Cost of Ownership" ini bertujuan membuka wawasan akan pentingnya pemilihan pelumas berkualitas dan keuntungan bermitra dengan Shell yang memiliki kemampuan dan kepemimpinan dalam pengetahuan teknis-komersial di lapangan guna memberikan solusi inovatif yang dapat menurunkan total cost of ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan perusahaan.

Studi global yang dilakukan Shell menunjukan bahwa kerugian akibat shutdown yang disebabkan oleh kesalahan dalam pemilihan, pemakaian, dan pengelolaan pelumas mencapai US$1 juta.

Director of Lubricants Shell  Indonesia Dian Andyasuri mengatakan acara ini menjadi wadah interaktif dalam memberikan wawasan teknologi rancangan mesin terkini di saat semakin tingginya tuntutan operasional. Shell juga berbagi pengalaman mengenai bagaimana mengantisipasi hal tersebut dan memberikan solusi produk dan layanan terbaik untuk pelaku industri.

BacaIni Spesifikasi Motor Trail Yang Ditunggangi Jokowi di PapuaYamaha Glorious, Skuter Cantik dari VietnamMotor Rakitan Lokal Semakin Dilirik Pasar Global  Dibanderol Rp 500 jutaan, Istimewanya Mercedes-Benz SLC 180 AMG  

“TCO merupakan pendekatan yang kami terapkan dalam berkolaborasi dengan mitra bisnis dan hanya 10 persen perusahaan yang menyadari betapa besar dampak pemilihan pelumas kepada biaya perawatan. Hal ini salah satunya karena minimnya pengetahuan serta pelatihan manajemen pelumas yang tepat guna. Oleh karena itu, kami menyelenggarakan forum ini dan mengundang pelaku industri untuk berbagi wawasan dan pengalaman guna meningkatkan hal tersebut," katanya, Selasa, 16 Mei 2017.

Dian menambahkan Shell tidak hanya menawarkan produk pelumas tapi juga sebuah solusi yang menyeluruh bagi para pelaku bisnis di industri. Kolaborasi yang diberikan Shell akan membantu pengurangan biaya dan meningkatkan efisiensi.

Sebagai contoh, melalui kolaborasi ini, Shell berharap para mitra bisnisnya dapat memperpanjang masa pakai pelumas, menjadikan suku cadang lebih awet, memberikan sertifikasi pendidikan pelumas dan solusi penyimpanan bulk storage, yang pada akhirnya pelanggan mendapatkan penghematan dan ketenangan.

“Melalui forum ini, kami ingin mengatakan bahwa tak ada yang tak bisa diraih jika kami dan para pelanggan/mitra bisnis kami dapat bekerjasama dengan baik dan erat. Sudah banyak bukti penghematan yang pelanggan kami rasakan sampai saat ini hingga mencapai $3 juta selama 2 tahun terakhir, ” ujarnya.

ANTARA

#Industri Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi