Koil Mobil Rusak dan Penanganannya
Reporter: Tempo.co
Editor: wawan priyanto
Minggu, 3 September 2017 12:27 WIB
Salah satu koil pada mobil Nissan Livina X-Gear yang rusak. Salah satu koil (dari 4 yang ada) mengalami kerusakan dapat mengakibatkan mesin mobil bergetar kencang. Pembakaran menjadi tidak sempurna. TEMPO/Wawan Priyanto.

TEMPO.CO, Jakarta - Gangguan pada mobil bisa terjadi kapan saja. Di rumah, atau saat sedang melaju di jalan bebas hambatan seperti yang dialami Linda Indriani (39 tahun). Melaju dari arah Cawang menuju Bekasi, Linda panik ketika Nissan Livina X-Gear tahun produksi 2010 yang ia kendarai tiba-tiba mengalami gangguan. "Mesin mobil bergetar cukup keras sebelum pintu tol Jatiwaringin," kata Linda, Sabtu, 2 September 2017.

Sedikit panik, Linda menepikan kendaraan dan membuka kap mesin. Sebentar memeriksa kondisi mesin, Linda menghubungi suaminya via telepon seluler. "Suami langsung meminta saya untuk mengarahkan mobil ke bengkel terdekat," ujarnya. 

Baca: Mesin Mobil Tersengal atau Bergetar? Nih,..Berbagai Penyebabnya 

Untungnya, kata Linda, mesin mobil tidak sampai mati. Ia lantas mengarahkan ke sebuah bengkel Naga Mas Motor di Kalimalang. Dengan sigap, seorang mekanik memeriksa kondisi mobil. "Oh ini ada dua kemungkinannya, bu," kata sang mekanik. "Bisa koil, atau busi yang mati. Makanya mesin bergetar (pincang)."

Linda lalu menyerahkan perbaikan kepada sang mekanik. Memeriksa koil dan bisu pada mesin Nissal Livina X-Gear memang sedikit rumit. Mekanik harus membuka intake manifold di bagian atas mesin. 

Pasalnya, koil berada tepat di bawah intake manifold ini. Setelah intake terbuka, empat buah koil terlihat dengan jelas. Satu per satu diperiksa, ternyata koil di baris kedua terbakar di ujungnya, tepat di kepala yang bersentuhan langsung dengan busi. "Ini (koil) harus diganti, bu," kata Karburi, mekanik yang menangani perbaikan mobil Linda.Posisi koil pada mesin Nissan Livina X-Gear 2010. TEMPO/Wawan Priyanto. 

Koil merupakan bagian terpenting dari sebuah mesin. Koil merupakan bagian dari sistem pengapian pada mesin yang fungsinya menaikkan tegangan dari aki, diteruskan ke busi untuk menghasilkan percikan bunga api di ruang bakar. 

Linda yang memang tak paham soal mesin langsung menyetujui. Dia bahkan meminta mekanik untuk mengganti busi karena setelah dicek, kepala busi sudah terlihat hitam tanda pengapiannya tak maksimal. Setelah diganti, mobil kembali seperti sedia kala. Getar pada mesin hilang dan mobil dapat melaju normal.

Simak: Cara Mudah Atasi Injektor Bermasalah

Menurut Karburi, pengendara mobil sebenarnya tak perlu panik saat berkendara dan tiba-tiba mesin mobil pincang. Sebab, mobil memiliki 3, 4, 6 busi yang bekerja (sesuai jumlah silinder pada mobil). Jika salah satu busi (juga koil) mengalami gangguan, tidak otomatis membuat mesin mati. 

Mesin tetap menyala, hanya saja bergetar (biasa disebut pincang). Kondisi pembakaran pada mesin yang tidak sempurna ini juga menyebabkan mobil seperti tak bertenaga dan pastinya konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. "Yang penting, jangan panik. Segera ke bengkel terdekat," begitu ia berpesan. 

Dalam kondisi ini, lanjut dia, sebaiknya pengendara segera mengarahkan mobil ke bengkel terdekat untuk perbaikan. "AC atau penyejuk udara sebaiknya dimatikan saja hingga sampai ke bengkel terdekat. Tujuannya, agar kinerja mesin tak terlalu berat," ujarnya. 

WAWAN PRIYANTO

#Otomotif
#Nissan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi