Toyota Calya Tipe E yang Banyak Dipakai Armada Taksi
Reporter: Wira Utama
Editor: Eko Ari Wibowo
Jumat, 11 Oktober 2019 11:10 WIB
Toyota Calya minorchange meluncur, Senin 16 September 2019. TEMPO/Wira Utama

GOOTO.COM, Jakarta - PT Toyota Astra Motor atau TAM menyatakan ratusan unit Toyota Calya telah dipesan perusahaan taksi. "Sudah ada ratusan unit yang sudah dikirim melalui dealer kami. Kedepannya kita masih menunggu kira-kira totalnya berapa,"ujar Direktur Marketing TAM, Anton Jimmi Suwandhy, Kamis, 10 Oktober 2019.

Anton menambahkan bahwa pada dasarnya tidak ada masalah regulasi yang menghambat Toyota Calya dijadikan taksi atau tidak. Terlebih karena mobil ini berada di segmen LCGC yang tidak dikenai Pajak Penjalan Barang Mewah atau PPnBM.

"Dari TAM tidak perlu mengeluarkan surat khusus untuk soal pengembalian pajaknya. Beda dengan Bluebird waktu beli Avanza, Vios, Camry, atau Alphard yang biasanya ada surat pengantar dari prinsipal untuk menjelaskan masalah pajak,"ujarnya.

Anton juga berujar bahwa transmover untuk mobil seperti Avanza itu memang ada. Sementara untuk Calya tidak ada. "Jadi anytime mereka bisa aja membeli Calya terus dijadikan taksi,"ujarnya.

Permintaan untuk menjadikan Calya sebagai armada taksi menurut bukan hal baru. Beberapa tahun terakhir kata Anton permintaan itu sudah banyak."Untuk taksi ini kalau tidak salah pesanan paling banyak Calya tipe E (Manual),"ujarnya. Adapun harga Toyota Calya tipe E Non ABS (M/T) dijual Rp 137,4 juta sedangkan untuk tipe E (M/T) Rp140,2.

Deputy General Manager Planning Division TAM, Andri Widiyanto juga menanggapi ihwal penggunaan Calya sebagai armada taksi. Menurut dia, Toyota Calya memang sudah diterima pasar Indonesia, karenanya tidak heran jika mobil ini dipesan untuk pasar fleet seperti perusahaan taksi.

"Faktanya aja, untuk taksi online sekarang sudah banyak yang pakai Calya. Artinya, produk ini diterima dengan baik dengan atau tanpa emblem (perusahaan taksi)," ujarnya.

#Toyota Calya

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi