Peta Persaingan Mobil Murah 7 Penumpang Setelah Datsun Go Tumbang
Reporter: Antara
Editor: Nurdin Saleh
Kamis, 28 November 2019 13:46 WIB
Datsun GO+ Panca kini dilengkapi transmisi CVT. (Datsun)
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Pasar otomotif pada segmen kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) berkapasitas tujuh penumpang akan berubah setelah Datsun menghentikan produksinya di Indonesia mulai 2020. Boleh jadi pasar nasional kelas ini hanya akan menjadi milik Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, mungkin ditambah Renault Triber.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto mengatakan Nissan sedang mencari waktu yang tepat untuk melaporkan secara resmi detail rencana dan perkembangan bisnisnya kepada Kementerian Perindustrian.

"Nissan akan menghentikan produksi Datsun Go dan Datsun Go+ pada Januari 2020 lantaran skala penjualan di bawah skala ekonomi," kata Harjanto kepada Antara, Selasa.

Menanggapi pernyataan Harjanto itu, Head of Communication Nissan Motor Indonesia Hana Maharani kepada ANTARA mengatakan produsen otomotif Jepang itu memiliki rencana optimalisasi yang selaras dengan operasi bisnis maupun organisasi.

"Kami menegaskan bahwa Nissan terus berkomitmen kepada pasar dan pelanggan di Indonesia," kata Hana. "Rencana optimalisasi kami meliputi penyelarasan operasi bisnis dan organisasi, termasuk optimalisasi produksi. Sebagai bagian dari rencana itu, kami melakukan sejumlah langkah yang memastikan pertumbuhan kami pada masa depan."

Sejak program kendaraan LCGC bergulir pada 2013, Datsun melalui produk Go dan Go+ dengan konfigurasi 5+2 penumpang pernah mencicipi manisnya penjualan di Indonesia.

Mengacu data wholesales (penjualan pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Datsun menjual 20 ribu mobil pada 2014, kemudian melonjak menjadi 29,3 ribu unit pada 2015.

Kendati demikian, menginjak 2016, penjualan mereka turun 12 persen menjadi sekira 27 ribu mobil dan terus menurun hingga kini.

Datsun kemudian menghadirkan varian Cross dengan dua tipe transmisi, tapi penurunan angka penjualan terus terjadi. Pada 2019, berdasarkan data Gaikindo, penjualan Datsun Cross hanya 1.862 unit.

Pada lampiran data tersebut, Datsun sudah tidak mengirimkan Cross ke diler sejak September 2019.

Sedangkan penjualan model Datsun GO meliputi beberapa varian GO Live dan GO+ D sebenarnya masih bisa mencapai empat ribuan unit pada Januari-Oktober 2019.

Hengkangnya Datsun di pasar LCGC tentu bukan hal yang terlalu menguntungkan bagi Sigra dan Cayla. Kedua model kendaraan di bawah merek Daihatsu dan Toyota itu sudah mapan di pasar LCGC dengan karakter konsumen first buyer atau sebagai armada angkutan online.

Penjualan Sigra, misalnya, selama 10 bulan pada 2019 sudah menembus 43 ribu unit. Sedangkan Calya sekitar 42,4 ribu menurut data GAIKINDO itu.

Tanpa Datsun GO, persaingan kendaraan LCGC dengan kapasitas tujuh penumpang praktis hanya milik "si kembar" Sigra dan Calya.

Namun, pada segmen LCGC model city car setidaknya masih cukup ramai dengan model Honda Brio Satya, Suzuki Karimun Wagon, Toyota Agya, maupun Daihatsu Ayla.

Meski tidak masuk dalam program LCGC, kehadiran Renault Triber dengan harga Rp 133 juta yang "menyenggol" harga Daihatsu Sigra, mungkin bisa menjadi alternatif bagi konsumen yang mencari mobil dengan banderol Rp100 jutaan berkapasitas tujuh penumpang.

Renault Indonesia menyatakan telah menerima pemesanan 1.543 unit Triber sejak dikenalkan pada pertengahan 2019.

Kendati demikian, persaingan yang sebenarnya akan dimulai pada 2020 ketika Datsun benar-benar berhenti produksi dan Renault akan mulai mendistribusikan kendaraan kepada konsumen.

 
Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi