Menguji Kawasaki Ninja ZX-25R: Sensasi Pindah Gigi Tanpa Kopling
Reporter: Gooto.com
Editor: Wawan Priyanto
Minggu, 19 Juli 2020 18:34 WIB
Kawasaki Ninja ZX-25R saat dihadirkan di Sirkuit International Sentul, Bogor, Jawa Barat, 15 Juli 2020. Kawasaki Ninja ZX-25R memiliki sejumlah fitur baru yang diklaim pertama di kelas motor sport 250 cc. Salah satunya fitur Kawasaki Traction Control. TEMPO/Fardi Bestari

GOOTO.COM, JakartaKabar gembira itu akhirnya datang, undangan test ride Kawasaki Ninja ZX-25R di Sirkuit Sentul, dua pekan lalu. Keinginan test ride Ninja ZX-25R bermesin 250cc 4 silinder memang saya nanti-nanti sejak pertama kali melihatnya di Tokyo Motor Show, Jepang, 23 Oktober 2019. Saat itu, Ninja ZX-25R debut untuk pertama kalinya di dunia. Di dalam undangan, tertera waktu pelaksanaan pada Rabu, 15 Juli 2020, pukul 14.00 WIB. Saya masuk ke grup 9. Oh iya, test ride kali ini memang dibagi dalam 10 grup, masing-masing grup terdiri dari 4-5 jurnalis. Pembatasan per grup ini dilakukan untuk menghindari penumpukan peserta di area paddock karena pandemi virus corona baru (Covid-19). Kawasaki Ninja ZX-25R dengan modifikasi khusus untuk balap, Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Rabu, 15 Juli 2020. TEMPO/Wawan PriyantoPukul 15.00 WIB, saya dipanggil untuk mengikuti briefing sebelum test ride. Line Head Sales Promotion PT KawasakiMotor Indonesia, Sucipto Wijono, yang memberikan wejangan. Cipto, panggilan akrabnya, berpesan “nanti jangan lupa merasakan sensasi di rpm 10 ribu - 12 ribu, pertahankan gas-nya.” Ia juga berpesan untuk mencoba rem depan yang hanya single disc. Entah apa maksudnya meminta saya untuk menjajal rem depan ini. Rasanya, tidak ada yang istimewa karena sepeda motor 250cc rata-rata dibekali rem cakram tunggal di bagian depan. Berikutnya adalah, Cipto meminta saya untuk merasakan sensasi fitur quick shifter yang dia klaim pertama kalinya diterapkan di sepeda motor sport 250cc.

Usai briefing, Cipto memeriksa perlengkapan keselamatan yang saya gunakan. Helm full face, jaket beserta pelindung siku dan pundak, pelindung lutut, dan sepatu di atas mata kaki. Aman. Saya pun langsung disuruh untuk naik ke sepeda motor berkelir hijau/hitam, mirip yang digunakan rider Jonathan Rea dan Alex Lowes di Superbike World Championship. Kawasaki Ninja ZX-25R saat test ride di Sirkuit International Sentul, Bogor, Jawa Barat, 15 Juli 2020. TEMPO/Fardi Bestari

Terus terang saya agak grogi sebelum naik Ninja ZX-25R. Postur saya tak tinggi-tinggi amat, cuma 165. Dan termasuk jarang naik sepeda motor, apalagi yang model sport. Naik Honda Vario saja kadang kaki sampai jinjit ketika berhenti di lampu merah. Nah, rasa grogi itu langsung sirna ketika saya mulai naik motor. Ninja ZX-25R memiliki dimensi panjang 1.980mm, lebar 750mm, dan tinggi 1.100mm. Motor ini memiliki berat 180 kg untuk varian standar dan 182 kg untuk special edition. Kapasitas tangkinya mampu menampung 15 liter bensin. Kawasaki Ninja ZX-25R saat dihadirkan di Sirkuit International Sentul, Bogor, Jawa Barat, 15 Juli 2020. Kawasaki Ninja ZX-25R tersedia dalam empat varian warna. Biru, Hijau, Hitam-Putih, dan Hitam. Salah satu yang menyita perhatian adalah tersedianya, varian warna Biru, yang jarang ditemukan pada model lain. TEMPO/Fardi BestariAdaptasi sebentar, dan tentu saja mencoba menurunkan kedua kaki ke aspal. Pas, masih bisa menapak dengan nyaman. Menurut saya ini penting untuk keselamatan, karena saat stop and go di jalan raya, Anda harus bisa memastikan kaki bisa menjaga sepeda motor tidak jatuh. Posisi duduk juga cukup nyaman meski motor ini lahir dari DNA sebuah superbike.Tak berlama-lama, kunci kontak yang berada tepat di depan tangki bensin diputar. Untuk menyalakan mesin, pakai tuas starter elektrik di stang sisi kanan, dekat dengan putaran gas. “Brummm…” nyaring sekali suara yang keluar dari knalpot bergaya under-belly yang berada di bawah pijakan kaki sebelah kanan. Waktunya keliling sirkuit dengan kecepatan penuh. Selanjutnya performa mesin Ninja ZX-25R

Performa mesin

Nah, karena motor ini lahir dari DNA superbike, banyak yang menanyakan tentang performa mesinnya. Maklum, mesin Ninja 250 4 silinder seperti apa jika digeber?  Ok. Ninja ZX-25R dilengkapi mesin berkubikasi 249cc. Mesin 16 valve ini mampu menghasilkan daya 49,5 tenaga kuda pada 15.000 rpm dan 22,9 Newton-meter/14.500 rpm. Tenaga mesin ini disalurkan ke roda penggerak melalui transmisi manual 6 percepatan.Mesin ini dijejali dengan banyak fitur mutakhir. Ada Electronic Throttle Valves (ETV), yang berfungsi mengatur pasokan bahan bakar dan udara ke mesin secara presisi. Lalu ada Kawasaki Traction Control (KTRC), yang pengaturannya dapat disesuaikan dalam tiga mode, disesuaikan dengan kondisi jalan yang dilalui. Yang unik, peran teknologi Kawasaki Quick Shifter (KQS) di motor ini sangat membantu dalam perpindahan gigi. Fitur ini bekerja di atas 2.500 rpm. Yakni memungkinkan pengendara melakukan upshift dan downshift tanpa menarik tuas kopling. Sederhana, seperti perpindahan gigi pada motor bebek bertransmisi manual. Sebagai gambaran, jika di 10.000 rpm, kemudian ganti gigi, kopling ditarik, maka potensi kehilangan momentum (tenaga) sangat besar. Quick shifter membantu mengatasi lag saat perpindahan gigi ini. Inilah rupaya yang dimaksud Cipto saat beriefing tadi tentang teknologi Kawasaki Quick Shifter. Kawasaki Ninja ZX-25R saat test ride di Sirkuit International Sentul, Bogor, Jawa Barat, 15 Juli 2020. TEMPO/Fardi BestariSaya merasakan sensasi pergantian gigi dengan kecepatan maksimal di putaran kedua, tepatnya di lintasan lurus Sirkuit Sentul. Masuk tikungan terakhir di gigi 3, dengan kecepatan 70-80 kilometer per jam, tuas gas langsung ditarik mentok. Jarum rpm melenting melewati red line. RAM air-intake akan aktif saat kecepatan motor sudah di atas 100 kilometer per jam, ini akan membantu meningkatkan performa mesin. Tepat di sebelah kanan odometer, lampu kuning berkedip tanda Anda diminta untuk segera melakukan perpindahan gigi, tentu tanpa perlu menarik tuas kopling karena adanya teknologi KQS tadi. Di sini, saya bisa ngebut nyaris mendekati 160 kilometer per jam, sekitar 156-158 kilometer per jam. Itupun saya sudah jantungan karena takut bablas di tikungan pertama. Rekan lain, terutama rider pro yang ditugaskan mengawal test ride saya bisa lebih kencang lagi. “Top speed Kawasaki Ninja ZX-25R (official) itu 187 kilometer per jam,” kata Head Sales & Promotion PT KMI, Michael C. Tanadi saat berbincang sesaat sebelum sesi test ride dimulai.

Selanjutnya adalah sistem pengereman

Performa rem

Motor dengan performa tinggi memang seharusnya dilengkapi dengan rem yang mumpuni. Saya termasuk yang bertanya kenapa sepeda motor 250cc 4 silinder dengan bodi layaknya big bike hanya dibekali rem cakram tunggal? Pertanyaan serupa juga banyak ditanyakan penggemar Kawasaki, terutama dari luar negeri, di kolom komentar Youtube Kawasaki Indonesia saat motor ini resmi dirilis secara virtual. Nah, Cipto menantang saya untuk membuktikan bahwa single disc brake pada Ninja ZX-25R cukup untuk menahan laju motor dengan sangat baik. Itu saya buktikan sendiri saat di kecepatan tinggi di atas 150 kilometer per jam, lalu melambat untuk menikung. Rem bekerja dengan baik. Kawasaki Ninja ZX-25R saat dihadirkan di Sirkuit International Sentul, Bogor, Jawa Barat, 15 Juli 2020. Fitur kontrol traksi Ninja ZX-25R tersedia dalam tiga pilihan mode berkendara yang bisa dipilih sesuai preferensi pengendara. Fitur baru ini disebut mampu meningkatkan performa sport riding atau pun ketenangan saat menghadapi permukaan jalan yang tidak rata. TEMPO/Fardi Bestari

Motor yang dijual dengan harga Rp 96 juta (tipe standar) dan Rp 112,9 juta (special edition) ini menggunakan sistem pengereman yang mengadopsi teknologi rem big bike atau superbike, yakni rem tipe radial. Motor kelas 250cc umumnya menggunakan sistem pengereman model axial. Kalipernya terdiri dari empat piston yang menahan laju cakram semi floating berdiameter 310mm. Sistem pengereman ini menjadi perangkat standar untuk tipe ABS maupun non-ABS. Nah, inilah yang membuat saya percaya diri saat melaju kencang kemudian melakukan pengereman maksimal di trek lurus Sentul. Berikutnya adalah handling...HandlingSoal handling ini sempat membuat saya sedikit takut ketika akan menjajal Ninja ZX-25R. Namun, begitu memutari Sirkuit Sentul satu putara, rasa takut itu sirna. Karena, insinyur Kawasaki rupanya mendesain Ninja ZX-25R agar mudah dikendalikan. Hal ini bisa dimaklumi karena motor ini memang didesain untuk penggunaan sehari-hari yang juga siap digeber di lintasan balap. Handling ini menjadi selling poin tersendiri dari Ninja ZX-25R. Sebab, rasanya percuma jika punya tampilan ok, performa dahsyat, tapi sulit dikendalikan rider awam seperti saya.Kawasaki Ninja ZX-25R saat dihadirkan di Sirkuit International Sentul, Bogor, Jawa Barat, 15 Juli 2020. Ninja ZX-25R dibekali mesin dengan kubikasi 249 cc 4 silinder segaris. Di atas kertas motor ini memiliki tenaga 36.8 kW (50 PS) dan mampu meningkat menjadi 37,5 kW (51 PS) saat Rarm Air -Intake aktif. Adapun torsinya 22,9 Nm. TEMPO/Fardi BestariRahasianya adalah terletak pada konstruksi sasis yang diklaim sebagai turunan dari Kawasaki Ninja ZX-10R, motor superbike Kawasaki yang berhasil menjadi juara World Superbike (WSBK) 5 kali beruntun. Sasis model high-tensile steel trellis frame terbaru yang didesain khusus untuk ZX-25R. Keunggulan sasis ini membuat pengendaliannya lebih mudah saat bermanuver, sekalipun dengan kecepatan tinggi. Sasis ini ditopang suspensi depan upside down Separate Function Big Piston (SFF-BP), yang juga memiliki teknologi seperti di Ninja ZX-10R. Suspensi belakangnya mengadopsi teknologi Horizontal Back-link rear. Suspensi ini memiliki keunggulan untuk menjaga stabilitas motor saat melaju di jalanan bergelombang. Daya redam suspensi lebih lembut saat motor melibas permukaan aspal yang tidak rata.KesimpulanKawasaki Ninja ZX-25R merupakan motor sport 250cc 4 silinder saat ini bisa melenggang sendirian karena tak punya lawan. Honda dan Yamaha belum memiliki produk yang bertarung di kelas ini, sehingga layak menjadi buruan penggemar motor 250cc berteknologi superbike. Performa mesin bisa diandalkan bagi mereka yang menyukai kecepatan. Lalu handling atau pengendalian baik di sirkuit maupun di jalan raya juga cukup mudah. Satu lagi, lengkingan merdu suara mesin 4 silinder dari knalpot memiliki sensansi tersendiri. Berisik tapi merdu didengar. Video first impression Kawasaki Ninja ZX-25R di Tokyo Motor Show 2019:

#Kawasaki Ninja ZX-25R
#Ninja ZX-14R
#Ninja 250 4 Silinder

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi