GM, Ford, Chrysler Terancam Bangkrut
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Sabtu, 11 Oktober 2008 11:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: General Motors Corp., Gord Motor Co., dan Chrysler LLC, tiga besar produsen mobil AS, kemungkinan dipaksa jatuh pailit akibat krisis kredit global yang melanda AS.

Analis Standard & Poor Robert Schulz dalam wawancara di Bloomberg Television Jumat mengatakan berbagai faktor makro dapat membuat mereka kewalahan pada beberapa poin, bahkan jika GM, Ford, Chrysler berjanji meneruskan rencana perubahan mereka.

Penilaian Shulz menekankan tekanan terhadap industri mobil, saat krisis kredit terus memburuk, karena pembeli lebih sukar untuk mendapat pinjaman serta pedagang kesulitan membiayai operasional mereka.

S&P sebelumnya mengatakan kemungkinan menurunkan peringkat kredit GM dan Ford terkait ramalan permintaan mobil 2009 yang akan jatuh pada level terendah sejak 1992.

"Dengan ketiga perusahaan itu berupaya meningkatkan dana kas, pengajuan kepailitan akan menjadi jalan terakhir, meskipun bukan sebuah keputusan strategis," kata Schulz.

"Kita tidak melihat itu sebagai sesuatu yang akan mereka pilih," ujarnya. Schulz mengatakan pemicu sebuah program restrukturisasi di bawah perlindungan kepailitan akan didasarkan pada kemampuan produsen mobil untuk menjaga likuiditasnya saat penjualan menurun. Sementara penjualan industri mobil turun 27 persen bulan lalu, yang merupakan level terburuk dalam 17 tahun.

Juru bicara GM, Reee Rashid-Merem mengatakan, "Kepailitan bukan merupakan opsi yang dipertimbakan GM," dalam wawancara Jumat, yang mengulangi pernyataan sebelumnya. "Itu bukan keinginan karyawan, pemegang saham, pemasok, atau pelanggan kami."

Kebutuhan dana operasional GM, Ford, dan Chrysler sangat substansial, sehingga jika terlihat mereka terpaksa menekan dana operasional karena kerugian operasional dan penggunaan dana kas, maka itu adalah poin di mana mereka harus mempertimbangkan kepailitan, kata Schulz.

S&P Kamis mengatakan peringkat utang mereka untuk GM dan Ford, yang enam tahap di bawah poin investasi  pada B-,  kemungkinan diturunkan lagi karena produsen mobil itu menghadapi tantangan serius di tahun 2009.

Rashid-Merem mengatakan GM masih berharap menambah likuiditas US$ 15 miliar di akhir tahun depan, termasuk mempercepat pabriknya untuk menghemat biaya US$ 10 miliar.

Bloomberg/Erwin

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi