Walau Tidak Mogok, Mobil Perlu Diperiksa Setelah Banjir
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Minggu, 18 Januari 2009 17:39 WIB
TEMPO/Tony Hartawan
TEMPO Interaktif, Jakarta : Perawatan kendaraan akibat banjir untuk mobil juga sama pentingnya. Walaupun tidak sempat mengalami mogok karena banjir, mobil sebaiknya segera diperiksa karena masalah pada mesin akan muncul beberapa waktu setelah banjir.

“Dua bulan atau tiga bulan setelah banjir biasanya bisa timbul masalah pada motor starter yang kemasukan air namun tidak langsung diperiksa,” jelas seorang mekanik di bengkel Toyota Astra Motor.

Umumnya bagian yang bermasalah pada mobil setelah banjir hampir mirip seperti:

  • Saringan udara,

  • Saringan bahan bakar

  • Karburator/sistem injeksi

  • Ruang bakar

  • Koil

  • Platina

  • Kabel-kabel listrik pada mesin

  • Kopling

  • Piston

  • Chip Komputer (khusus pada kendaraan yang operasinya dikendalikan oleh komputer).

Pada mobil, jenis sedan adalah yang paling mudah terganggu oleh banjir, meskipun jenis-jenis crossover (persilangan sedan dan minibus) yang banyak muncul saat ini juga memiliki dudukan mesin yang sama rendahnya dengan sedan.

Untuk jenis Vios kerusakan ringan hingga sedang akibat banjir bisa ditangani dengan biaya antara 1-5 juta namun, “Kalo parah sampai overhaul (turun mesin) bisa mencapai Rp 10 – Rp 15 juta,“ jelas seorang mekanik itu lebih jauh. Menurutnya memang kendaraan sebaiknya segera diperiksa setelah banjir walaupun mobil tidak sempat mogok total.

Bicara sedan, selain buatan Jepang, buatan Eropa juga disukai, salah satunya adalah Mercedes. Harga perbaikan kerusakan akibat banjir pada mobil buatan Jerman itu jauh lebih tinggi, karena pada tingkat tertentu penggantian suku cadang mobil iu tidak bisa dilakukan terpisah.

“Misalnya piston kena ngga bisa ganti piston aja, satu blok mesin harus diganti dari Jerman,” terang seorang mekanik Mercedes. Untuk kerusakan ringan, biaya perbaikan pada seri B atau C misalnya minimal antara Rp 70 – Rp 100 juta, dan bila sampai mengganti mesin, biaya yang timbul bisa mencapai Rp 300 juta.

Mekanik Toyota mengatakan tidak alat atau pelindung suku cadang yang bisa menjaga mesin dari banjir yang tinggi. “Kan mobil di Indonesia tidak dirancang untuk melewati banjir,” saran utama menurutnya adalah “Jangan melewati banjir dengan ketinggian melebihi saringan udara.”

Sedangkan mekanik Mercedes mengatakan, “jangan menyalakan mesin bila mati di tengah-tengah banjir” itu hanya akan memperburuk kerusakan.

RONALD SAUT

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi