Volvo Perkenalkan Teknologi Deteksi Dini Kecelakaan  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 11 Desember 2009 10:22 WIB
Logo Volvo di bagian depan gril, di Miami, Rabu (22/7). Pembuat truck Volvo di Swedia melaporkan kerugian kuartal ketiga berturut-turut karena jatuhnya penjualan di tengah lemahnya permintaan di periode April-Juni. AP Photo/Alan Diaz
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pabrikan otomotif asal Swedia, Volvo, terus melakukan inovasi guna menyempurkan fitur keamanan dan keselamatan dari produknya. Pengembangan teknologi teranyar dari pabrikan ini adalah penyempurnaan sebuah alat deteksi dini terhadap pedestrian atau pejalan kaki.

“Piranti itu berfungsi menurunkan tingkat risiko fatal baik pada pejalan kaki, pengemudi dan mobilnya bila terjadai kecelakaan, “ kata sumber Volvo seperti dilaporkan globalcars, Kamis (10/12).

Pengembangan piranti pintar itu dilakukan Volvo sejak 10 tahun lalu. Piranti yang dipadukan dengan sistem peringatan dini terhadap risiko kecelakaan (Collision Warning System) itu akan memberi peringatan kepada pengemudi begitu ada potensi kecelakaan.

Kemudian, secara otomatis sistem akan mengerem bila pengemudi terlambat mengerem mobil. Alat ini menggunakan sensor yang disambungkan ke radar dan kamera untuk mendeteksi potensi kecelakaan tersebut.

Selanjutnya, hasil identifikasi tersebut dalam hitungan detik disalurkan ke komputer. Dan secepat kilat pula, hasil itu dianalisa computer apakah potensi tersebut berbahaya atau tidak dan perlu atau tidak dilakukan tindakan darurat pengereman otomotis tersebut.

Teknologi baru itu dinilai membantu pengemudi menghindari kecelakaan dengan rem otomatis bila mobil yang dikemudikan melaju di bawah 25 kilometer per jam. Bila mobil bergerak dengan kecepatan di atas 25 kilometer per jam dan terjadi tabrakan, maka alat itu akan mengurangi dampak tabrakan tersebut hingga 85 persen.

Hal itu bisa terjadi karena ada pengereman otomatis yang tidak membahayakan bagi pengemudi maupun mobil. Sistem pengereman yang terjadi tidak akan menyebabkan mobil oleng atau melintir.

Volvo melakukan uji coba alat ini di berbagai negara di seluruh dunia di jalanan sepanjang 500 ribu kilometer. “Karena perilaku lalu lintas, kondisi jalan, maupun iklim diperhitungkan oleh perangkat ini. Sehingga kami mendapatkan hasil yang akurat pada alat ini. Bahkan dari data uji itu kami buat simulator di computer kami,” papar Thomas Broberg, Penasehat Senior bidang Keselamatan Volvo. ARIF ARIANTO 

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi