Karmann Ghia Sedot Perhatian di Pameran Mobil Klasik 2009  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 25 Desember 2009 18:11 WIB
TEMPO/Arif Ariyanto

TEMPO Interaktif, Jakarta:Volkswagen (VW) Karmann Ghia Tipe 4 yang diboyong ke arena Pameran Internasional Mobil Klasik Oblitz yang ke 3, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (25/12) membetot perhatian banyak pengunjung. Tak hanya kalangan usia tua saja yang tertarik dengan penampilan model VW Convertible buatan 1961 itu, tetapi juga orang-orang muda.

Karmann Ghia “Kalau saya sih melihatnya bukan karena alasan romantisme sejarah semata, tetapi juga apresiasi terhadap perkembangan teknologi pada zamannya,” tutur Hengki, warga Green Village kepada Tempo, di arena pameran Balai Kartini, Jakarta, Jumat (25/12).

Pria yang mengaku berprofesi sebagai wiraswastawan itu menambahkan, kalau pun saat ini ada reikarnasi atau metamorfosa dari model K-6 namun nilai rasa dari mobil yang bersangkutan berbeda. “Jadi paduan antara karya teknis, seni desain, ditambah nilai kesejarahan bagi saya merupakan nilai yang tak bias diukur dari mobil,” terang penyuka mobil VW itu.

Pernyataan serupa juga diungkapkan Heriaman, warga Manyar Kertoarjo, Surabaya, Jawa Timur. Pria yang akrab dipanggil Herman itu mengaku telah mengenal mobil VW sejak kecil karena ayahnya menggunakan VW Beetle (VW kodok) sebagai kendaraan dalam mendukung kegiatan sehari-hari. "Selain faktor sejarah, saya juga mengagumi bentuk VW yang unik serta mempunyai cita rasa seni yang tinggi. Apakagi handlingnya nyaman," aku Herman.

Karmann Ghia model tipe 4 dua pintu berbodi monocoque itu dibekali mesin 1.192 cc empat silinder. Mesin sebesar itu mampu menyemburkan tenaga hingga 30 bhp/22,4 Kw. Akselerasi kecepatan 0 – 160 kilometer per jam dicapai dalam tempo 1,0 detik. Mobil ini diklaim, mengkonsumsi satu liter bahan bakar untuk jarak 10,3 kilometer. Sedangkan emisi gas buangnya 29 mil per gram.

interiorNamun sayang, karena dibatasi tali pembatas dan tak diperkenankan membuka pintu mobil, Tempo tak bisa memastikan apakah berbagai panel maupun fitur yang ada di interior masih asli dan berfungsi dengan baik.

Saat mengintip bagian dashboard terlihat beberapa bagian seperti speedo meter, dan stang kemudi yang dibalut dengan kulit berwarna kuning gading terlihat masih asli.

Tampilan yang masih asli dari salah satu ikon Volkswagen itulah yang memantik perhatian Soejiharjo. Pensiunan sebuah perusahaan perkebunan milik negara itu mengaku, dirinya melihat VW Karmann Ghia yang tengah mejeng di pameran ini, bukan semata-mata karena nama besar VW saja.

Bagi bapak empat orang anak dan kakek tiga cucu itu, kehadiran mobil tersebut menjadi satu jawaban bagi yang ingin belajar sejarah teknologi otomotif dan tren desain maupun perangkat mobil, khususnya VW. "Dengan melihat mobil ini, kita bisa belajar bagaimana perkembangan teknologi maupun desain mobil VW sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia atau konsumen sesuai dengan zamannya. Sehingga bila kita bisa memilikinya, maka kita juga akan menjadi bagian dari saksi sejarah itu. Itu saya kira filosofinya," papar Soeji.

Dia menambahkan, mobil-mobil legendaris termasuk VW Karmann Ghia Tipe 4 itu memiliki aura dan kewibawaan yang tinggi. Terlebih model tersebut saat ini sudah tidak diproduksi lagi.

Bagian belakang Terlepas dari segala kekurangan yang dimiliki, sebut Soeji, yang terang mobil tersebut merupakan salah satu tonggak sejarah perjalanan pabrikan otomotif asal Jerman yang kesohor tersebut. "Faktor kesejarahan, proses pembuatannya, serta kelangkaannya itulah yang memiliki ilai tinggi," tuturnya.

Karmann Ghia dipasarkan 1955-1974 oleh Volkswagen sebagai mobil dua pintu dan dua tempat duduk dalam wujud coupe dan konvertibel. Mobil itu merupakan hasil kolaborasi pabrikan dari dua negara.

Seperti diketahui, konsep desain mobil itu digarap oleh Luigi Segre dari Italian Carrozzeria Ghia, sedangkan rancang bangun bodinya dikerjakan oleh Karmann dari Jerman. Lantaran itulah, mobil tersebut dinamai Karmann Ghia.

Tipe pertama Karmann Ghia diluncurkan dari pabriknya di Osnabrück, Jerman pada Agustus 1955. Meski tak bisa memastikan angka pastinya, Heriaman menyebut, populasi Karmann Ghia di Indonesia sangat sedikit alias langka. "Susah untuk menemukan mobil ini, makanya ini sangat menarik," terangnya. Ohh...pantas.

ARIF ARIANTO

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi