Kredit Mobil yang Tak Membebani? Nih Kiatnya
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 20 April 2010 21:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Membeli mobil secara kredit, sekilas terlihat mudah. Cukup memiliki uang muka serta gaji atau penghasilan tetap, kita pun bisa membawa mobil idaman ke rumah. Sesederhana itukah?

"Sekilas memang seperti itu. Namun kalau kita tidak cermat dalam mengukur kemampuan, memilih bank atau lembaga pembiayaan, serta menentukan tenor kredit, proses memiliki mobil dengan cara mengangsur itu akan menjadi sebuah beban berat," papar Bayu Yudhanto, pemerhati perencanaan keuangan independen kepada Tempo di Jakarta, Selasa (20/4).

Menurut Bayu, ada beberapa hal yang patut diperhatikan sebelum memutuskan membeli mobil baru secara kredit, yaitu persiapan sebelum mengajukan, memilih lembaga sumber pembiayaan kredit, serta antisipasi kemungkinan terburuk di tengah jangka waktu kredit berjalan.

Persiapan sebelum mengajukan kredit

Satu hal yang wajib Anda siapkan adalah uang muka. Meskipun bank atau lembaga pembiayaan mensyaratkan uang muka minimal 20 persen dari harga mobil, usahakan sebisa mungkin lebih dari itu.

Pasalnya semakin besar uang muka yang Anda setorkan maka semakin kecil besaran cicilan yang harus Anda bayar saban bulannya. Itu pun dengan catatan, tenor atau jangka waktu kredit juga lama.

Sehingga, upayakan uang muka yang Anda bayarkan besar dan jangka waktu kredit juga tak terlalu lama. Misalnya, jangka waktu maksimal empat tahun usahakan, mengambil jangka waktu itu dua tahun dan uang muka besar. "Jangan pernah tergoda dengan uang muka ringan, apalagi nol persen. Karena cicilan bunga pinjaman bisa mencekik Anda," sebut Bayu.

Satu hal lagi, jangan pernah berpikir menyediakan uang muka berasal dari pinjaman dari bank atau lembaga sejenis. Sebab, bila itu terjadi, maka sama saja Anda memiliki dua kewajiban angsuran dua kali lipat. Lebih dari itu, mobil yang Anda beli pun nilainya tak seperti hitungan : harga tunai ditambah bunga pinjaman selama jangka waktu kredit.

Memilih sumber pembiayaan

Ada dua lembaga yang biasa menyediakan sumber pembiayaan dan bekerjasama dengan dealer penjualan mobil, yaitu bank dan leasing. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan bagi calon pembeli mobil secara kredit.

"Bank biasanya menerapkan besaran bunga lebih rendah ketimbang leasing. Namun, syarat dan proses persetujuan kredit yang diberikan bank jauh lebih ketat dibanding lesaing. Dan sebaliknya," jelas Bayu.

Selain itu bank juga lebih luwes kala Anda mengalami kesulitan membayar cicilan. Biasanya, bank akan mengajak Anda berembuk untuk membicarakan kemungkinan penjadwalan ulang pembayaran cicilan Anda. Sebaliknya, leasing lebih ketat.

"Memang tidak semuanya, tetapi pada umumnya bila Anda tiga kali menunggak pembayaran di leasing maka siap-siaplah merelakan mobil Anda disita leasing," tandasnya.

Lantaran itulah, Bayu menyarankan untuk menempatkan bank sebagai prioritas utama pilihan Anda, baru leasing. Bila ternyata showroom tempat Anda akan membeli mobil hanya menentukan satu pilihan sumber pembiayaan yaitu hanya leasing saja, maka sebaiknya cari showroom lain memberikan pilihan bank dan leasing. .

Antisipasi kondisi terburuk di tengah jangka waktu kredit

Memang, kondisi seperti itu sulit diperkirakan. Namun, bisa saja hal itu terjadi pada Anda karena tiba-tiba ada kebutuhan yang diluar dugaan dan melampui kemampuan keuangan Anda, sehingga berakibat pada kelancaran pembayaran cicilan kredit mobil.

"Karena itu bersikap disiplin untuk menyiapkan uang cicilan kredit hukumnya wajib. Selain itu, usahakan ada dana cadangan dan simpang uang itu di instrumen keuangan yang likuid, deposito misalnya. Sehingga mudah dicairkan di saat dibutuhkan," kata Bayu.

Mengapa perlu dana cadangan yang ditempatkan di instrumen investasi? Karena dengan menempatkan di instrumen itu maka Anda juga akan mendapatkan bunga yang bisa Anda manfaatkan untuk mengganti bunga kredit mobil yang harus Anda bayar. "Karena itu cari instrumen yang memberi bunga lebih tinggi dari bunga kredit mobil," tandas Bayu.

Antisipasi lainnya, usahakan mengasuransikan mobil Anda dengan sifat all risk. Memang sekilas ada tambahan biaya baru. Tetapi bila dicermati ini akan jauh lebih menguntungkan ketimbang tidak ada asuransi.

Sebab bila ada masalah - misalnya tertabrak, menyerempet, dicuri, atau rusak karena ada kerusuhan - biaya yang Anda keluarkan akan jauh lebih mahal. Soal sumber biaya, lagi-lagi, menempatkan sebagian dana Anda ke instrumen investasi.

ARIF ARIANTO


 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi