Honda Bebek Revo AT. TEMPO/ARIF ARIANTO
TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM), Selasa (20/7) resmi meluncurkan produk terbarunya bebek transmisi otomotis Revo Techno AT. Motor bermesin 110 cc yang dibanderol Rp 15,8 juta on the road Jakarta itu diklaim sebagai buah inovasi yang memadukan antara kenyamanan skuter otomatis (skutik) dan kehandalan varian bebek.
"Revo AT menggunakan mesin 4 tak 110 cc dengan teknologi EFT (Efficient & low Friction Technology) yang berfungsi untuk meminimalkan gesekan antar komponen mesin," papar Mitsuo Tamamura, Chief Engineer Honda R&D untuk wilayah Asia Tenggara di Jakarta, Selasa (20/7).
Mesin Honda Revo AT juga dilengkapi dengan teknologi sistem injeksi generasi ketiga atau Programmable Fuel Injection (PGM-FI) dengan penambahan sensor O2 dan catalytic converter. Sehingga, selain kerja mesin maksimal, tahan lama, juga irit bahan bakar.
Ihwal konsumsi bahan bakar itu, Honda mengklaim bebek anyar itu hanya butuh 1 liter bahan bakar untuk menempuh jarak 57,3 kilometer. "Dan yang jauh lebih pentingan emisi gas buangnya dan memenuhi standar Euro 2," tandas Tamamura.
Teknogoli baru yang diaplikasikan pada mesin bebek ini adalah, sistem pendinginan ganda yaitu pendinginan udara untuk Continously Variable Transmission (CVT) seperti pada skutik dan pendinginan ruang mesin dengan oli laiknya mesin motor bebek.
Sistem itu diklaim sangat efektif untuk menurunkan suhu panas di dalam mesin. Walhasil suhu dapur pacu tetap stabil kendati jalanan macet atau motor menempuh perjalanan jauh. Inovasi teknologi juga terlihat pada fitur pendukung keamanan, kenyamanan, serta pendukung tampilan.
Lampu utama misalnya, bebek matik baru ini menggunakan lampu multireflektor sehingga pencahayaan lebih terang dan jelas bahkan di saat jalanan berasap atau berkabut. Panel meter indikator tampil dengan desain terkini dan memudahkan pengendara untuk membacanya.
Selain itu, Revo AT ini juga dilengkapi fitur pengaman standar samping otomatis (side stand switch). Dengan sistem itu, mesin tak akan bisa dihidupkan di saat standar tersebut masih terpasang. "Itu untuk mengantisipasi bila pengendara lupa melipat standar samping yang bisa membayakan saat mengemudi," tandas Tamamura.
Sejumlah keungggulan itulah diklaim sebagai paduan antara kenyamanan skutik dengan kehandalan motor bebek. "Varian bebek selama ini dikenal ketangguhannya baik di jalanan kota maupun jalanan di pedesaan. Selain kuat, ekonomis, juga serbaguna. Di sisi lain teknologi CVT lebih memudahkan pengendara," terang Julius Aslan, Direktur Pemasaran PT AHM.
Berbekal keunggulan itu, Julius mengaku optimistis motor anyar itu bakal membukukan penjualan dalam jumlah besar. "Targetnya, 3.000 unit per bulan, dan mudah-mudahan maksimal," tandas dia.
ARIF ARIANTO




