Toyota Setuju Bayar Korban Kecelakaan Lexus US$ 10 Juta
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 24 Desember 2010 17:15 WIB
AP/Seth Wenig

TEMPO Interaktif, Los Angeles:Toyota Motor Corporation (TMC) sepakat membayar US$ 10 juta atau sekitar Rp 91 miliar kepada keluarga korban kecelakaan Lexus pada Agustus 2009.  Menyusul kesepakatan itu, keluarga korban tidak akan meneruskan tuntutan di pengadilan, dan Toyota hanya dikenai sanksi administratif.

Seperti diketahui, akibat peristiwa kecelakaan itu, Toyota telah menarik jutaan unit produknya di Amerika Serikat.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (24/12), kecelakaan itu terjadi pada 28 Agustus lalu. Kala itu, Mark Saylor bersama istri, anak, serta saudara iparnya ingin berlibur. Saylor yang juga seorang petugas Patroli Jalan Raya California, Amerika Serikat, mengendarai sedan Lexus ES 350.

Awalnya mobil melaju seperti biasa. Namun, di saat melaju di jalan bebas hambatan San Diego, California dengan kecepatan 120 mil per jam atau sekitar 190 kilometer per jam, mobil besutan Toyota itu tak terkendali. Mobil seolah tak mau berhenti dan sulit dikendalikan.

Sebuah rekaman pada telepon panggilan darurat 911, menunjukkan ipar Saylor yaitu Chris Lastrella yang ikut di mobil tersebut sempat mengatakan, "Akselerator kami terjebak ... Kami dalam kesulitan ... tidak ada rem." Saylor mencoba untuk mengerem dan upaya lain agar mobil berhenti, tetapi itu sia-sia.

Malang tak bisa dihindari. Mobil menabrak kendaraan lain, dan menghantam pagar pembatas jalan sebelum terguling. Empat nyawa itu pun melayang.

Hasil penelitian petugas di San Diego County Sheriff menyimpulkan kecelakaan itu kemungkinan disebabkan oleh pedal gas yang terjebak di karpet lantai mobil.

Namun hasil berbeda diajukan Larry N. Willis, pengacara dealer Lexus. Menurut dia,  hasil penyelidikan juga menemukan bahwa karpet bukanlah penyebab percepatan mobil tidak terkendali. Bahkan, dia menegaskan sulit untuk menyimpulkan apakah ada kaitan antara sistem elektronik di mobil itu dengan percepatan tersebut.

Perdebatan alot pun terjadi ihwal penyebab kecelakaan itu. Sebuah komisi khusus dibentuk. Toyota juga melakukan penyelidikan, ternyata hasilnya masing-masing memiliki versi sendiri.

Hingga pada September lalu dicapai kesepakatan. Toyota sempat meminta mediasi tersebut tidak disiarkan, tetapi salah seorang hakim menolaknya.

Menanggapi kesepakatan itu, Tim Pestotnik, satu diantara beberapa kuasa hukum keluarga Saylor seperti dilansir Associated Press mengatakan saat ini keluarga Saylor menginginkan ketenangan.

Sebelumnya, seperti diwartakan Associated Press, Selasa (21/12), Toyota juga setuju membayar denda sebesar US$ 32,4 juta atau sekitar Rp 294,84 miliar untuk menyelesaikanpersoalan penarikan produknya beberapa waktu lalu.

Pembayaran denda tersebut merupakan sanksi perdata yang diberikan oleh Departemen Perhubungan Amerika Serikat karena Toyota dinilai teledor dalam menjaga aspek keamanan produknya.

Sanksi ditetapkan setelah lembaga berwenang di Negeri Abang Sam melakukan penyelidikan atas dua permasalahan di mobil produksi Toyota yang terjadi secara terpisah.

Pertama, kecelakaan terjadi pada Agustus 2009, yaitu di saat mobil Lexus – merek mewah milik Toyota—yang ditumpangi keluarga Mark Saylor. Peristiwa kedua, adalah penarikan 1 juta unit Toyota Hilux pada 2005.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi