Cara Mudah Mencegah Fuel Pump Bermasalah  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 17 Maret 2011 20:28 WIB
Karimun Club Indonesia
TEMPO Interaktif, Jakarta - Seorang teman lama yang bertemu di sebuah acara komunitas mobil mengajukan pertanyaan seputar pompa bahan bakar atau fuel pump. Ia mengaku, kerap mendengar informasi bahwa cara mengisi bahan bakar yang salah juga menjadi penyebab fuel pump bermasalah.

"Lantas cara seperti apa yang benar?," tanya dia.

Banyak jawaban yang diberikan teman-teman lain saat itu. Namun, tidak ada kesimpulan pasti. Pasalnya, masing-masing tidak didasari fakta atau pengalaman nyata, tetapi hanya asumsi.

Sisa rasa penasaran yang masih menyelinap di benak, mendorong saya untuk menayakan langsung ke Subandi, mekanik Jayakarta Motor, Pinang, Tangerang, Kamis (17/3).

Menurutnya, pengisian bahan bakar yang telat, di waktu yang tidak tepat, dan tidak menjaga kebersihan tangki adalah penyebab utama. "Kalau kualitas bahan bakar kan sampai saat ini masih menjadi perdebatan yang tidak ada juntrungannya," papar dia.

Lantas apa saja yang harus dilakukan agar fuel pump tidak bermasalah? Berikut tips dari Subandi :

1. Jangan Terlambat Isi Bahan Bakar

Satu hal yang patut digarisbawahi bahwa bahan bakar di dalam tangki juga berfungsi sebagai pendingin dan pelumas fuel pump. Artinya, saat peranti itu menjalankan tugasnya memompa bahan bakar ke ruang bakar mesin melalui injektor atau karburator akan panas.

"Namun, suhu panas di fuel pump tersebut akan hilang manakala peranti itu terendam bahan bakar,. Karena bahan bakar menyerap panas di komponen peranti itu," kata Subandi.

Oleh karena itu, ia mewanti-wanti jangan pernah membiarkan tangki bahan bakar kosong. Subandi menyarankan agar para pemilik mobil segera melakukan pengisian bahan bakar saat volumenya tinggal seperempat tangki.

Selain itu bahan bakar juga berfungsi menjadi pelumas permukaan logam yang bergesekan di dalam fuel pump di saat peranti itu bekerja. Walhasil, semua komponen yang ada akan bekerja dengan baik dan tidak cepat aus.

2. Isi bahan bakar di waktu yang tepat

Penyebab lain yang juga dapat memicu terjadinya kerusakkan di fuel pump adalah pengisian bahan bakar di waktu yang tidak tepat, yaitu di saat Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU) tengah atau baru mengisi bunker bahan bakar atau di siang hari yaitu di saat banyak orang kegiatan isi bahan bakar kendaraan .

"Jadi sangat disarankan untuk mengisi bahan bakar saat udara dingin atau saat SPBU tidak sedang mengisi atau beberapa saat setelah mengisi bunker," terang Subandi.

Memang, cara seperti itu terlihat sepele. Bahkan, tidak sedikit orang yang tidak percaya atau malah mencibir anjuran tersebut.

Tapi siapakah yang berani menjamin bunker SPBU benar-benar 100 persen steril dari bakteri dan serpihan kotoran? Nah, pada saat bunker diisi itulah kotoran dan bakteri yang sebelumnya mengendap di dasar bunker menyebar ke atas permukaan karena gelontoran bahan bakar ke bunker.

Oleh karena itu tunggulah beberapa saat sebelum mengisi tangki bahan bakar mobil. "Begitu pula upayakan mengisi bahan bakar saat kegiatan di SPBU telah sepi atau sudah jarang orang mengisi bahan bakar kendaraan mereka," wanti-wanti Subandi.

Pasalnya, saat kegiatan isi bahan bakar ramai ada kemungkinan kotoran atau bakteri yang ada di dasar bunker naik ke permukaan. Hal itu terjadi karena proses sedotan dari pompa peranti pengisian bahan bakar.

Banyak orang yang mengaku tidak khawatir dengan kotoran tersebut karena ukurannya yang kecil dan fuel pump telah dilengkapi filter atau saringan. Namun, bila kotoran menumpuk di saringan lama kelamaan peranti itu akan jebol juga.

Sedangkan keberadaan bakteri atau jasad renik yang ada di bunker bisa terjadi di saat bunker dibuka saat pengisian. Saat itulah, jasad renik yang terbawa oleh udara masuk ke bunker. Terlebih bila bunker jarang dikuras atau dibersihkan.

Bila memungkinkan isilah bensin saat sepi, yaitu pada dini hari atau saat malam hari.

3. Kuras tangki bahan bakar secara rutin

Cara lain untuk mencegah fuel pump bermasalah atau cepat rusak adalah menguras tangki bahan bakar secara teratur.

Sangat disarankan menguras tangki paling tidak lima tahun setelah pemakaian bagi mobil baru. Adapun mobil yang telah lama dipakai sebaiknya saban dua tahun sekali.

Selain menghilangkan kotoran yang ada di tangki, menguras juga membersihkan unsure-unsur kimia lain termasuk bakteri yang ada di dasar tangki. Terlebih bagi mobil yang tangki bahan bakarnya kerap kosong atau terlambat mengisi bahan bakar.

Tangki yang kosong selain memicu kerusakkan fuel pump karena komponen di perani itu cepat panas, juga memberi media bagi udara dan unsur lain yang ada di tangki bersenyawa. "Senyawa itu bisa menyebabkan kerusakkan komponen-komponen fuel pump," tandas Subandi.

Semoga bermanfaat...

ARIF ARIANTO

 

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi