Yayasan AHM Tanam 6.000 Pohon di Gunung Kidul
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 12 Mei 2011 23:56 WIB
Pengurus Yayasan AHM secara simbolis meresmikan kegiatan penanaman pohon di area perbukitan di Desa Pucang Anom, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Acara ini dihadiri Bupati Gunung Kidul Hj. Badingah S.Sos. (Dok. AHM)
TEMPO Interaktif, Jakarta - Yayasan Astra Honda Motor (AHM) melakukan program penghijauan di perbukitan Desa Pucang Anom, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Gunung Kidul, Yayasan AHM menanam 6.000 pohon di atas lahan seluas 19 hektare.

Dalam keterangan persnya, AHM menyebutkan jika program ini telah dilaksanakan sejak bulan Februari lalu bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Gunung Kidul dan Main Dealer Honda wilayah Yogyakarta, PT Astra International Tbk-Honda Sales Operation (AI-HSO) Yogyakarta.

Jenis pohon yang ditanam antara lain 3.800 pohon jati, 1.000 pohon akasia, 400 pohon mangga, 300 pohon rambutan, 420 pohon petai dan 280 pohon alpukat dan melinjo. Selain itu juga disiapkan 16,6 ton pupuk untuk pemeliharaan.

"Program ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian kami terhadap masalah lingkungan," kata Wakil Ketua Yayasan AHM Kristanto, di sela-sela acara penanaman pohon simbolis di Kecamatan Rongkop, Selasa, 10 Mei 2011 kemarin. Acara ini juga dihadiri Bupati Gunung Kidul Hj. Badingah S.Sos.

Kristanto menyatakan penanaman pohon di tanah kritis merupakan salah satu upaya Yayasan AHM untuk mengajak masyarakat di Gunung Kidul dan sekitarnya untuk merevitalisasi tanah kritis sehingga menjadi tanah produktif. Selain untuk penghijauan ini, penghijauan ini diharapkan bisa memberikan kontribusi secara ekonomi.

Bupati Gunung Kidul Hj. Badingah S.Sos menyambut gembira langkah Yayasan AHM ini. "Gunung Kidul adalah daerah yang tandus, namun dengan upaya terus menerus dan konsiten mudah-mudahan Gunung Kidul bisa hijau kembali," katanya.

RAJU FEBRIAN

#Info Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi