Jelajahi Kekayaan Wisata Yogjakarta (Bagian 2)
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 18 Agustus 2011 00:42 WIB
Toyota Grand New Kijang Innova (Dok. TAM)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Hari kedua test drive Toyota Grand New Kijang Innova dengan tema "Media Test Ride, Forward the Journey" kami mulai dari Kalyana Resort. Tujuan pertama yang kami adalah lokasi bencana alam Gunung Merapi.

Saya lagi-lagi memulai perjalanan sebagai penumpang. Sembari menikmati perjalanan melewati Dam lahar di Kali Boyong Sleman kemudian menuju Kinahrejo, Umbulharjo, Sleman, saya teringat ucapan Kaoro Hosokawa Chief Engineer IMV (Innovative International Multipurpose Vehicle) Toyota Motor Corporation saat memperkenalkan Innova baru ini beberapa waktu lalu. 

Hosokawa mengatakan berbagai perubahan pada Kijang Innova memang dimaksudkan agar mobil ini bisa diterima oleh banyak negara. Maklum, Kijang Innova merupakan satu dari tiga model -- selain Toyota Fortuner dan Toyota Hilux -- yang masuk dalam proyek IMV. "Ketiga model ini dijual tidak cuma di Asia, tapi juga Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan," kata Hosokawa waktu itu.

Jalanan berkelok dan menanjak menuju Kinahrejo ternyata tak jadi masalah bagi Innova. Di lokasi yang hanya sekitar 5 kilometer dari puncak Merapi itu kami menyaksikan rumah juru kunci Merapi, almarhum Mbah Maridjan.

Dari Merapi, saya kembali mendapat kesempatan mengemudi. Kesempatan mengemudi saya gunakan untuk merasakan performa mesin. Tipe V dipasangi mesin bensin 4 silinder, inline, 16 valve, DOHC, VVT-i berkapasitas 1.998 cc. Mesin dengan tipe 1TR-FE ini memang sama dengan yang dipasang di model sebelumnya.

Lantaran harus beriringan saya memang tidak bisa merasakan maksimal tenaga Kijang Innova yang disebut memiliki daya 136 ps pada 5.600 rpm dan torsi 18.6 kgm pada 4.000 rpm. Tapi okelah, bantuan transmisi otomatis lima percepatan membantu saya melahap jalanan naik, turun, serta berbelok menuju Sogan Village.

Ternyata, lokasi ini adalah sentra pengusaha batik. Di sini kami diajarkan bagaimana caranya membuat kain khas Indonesia tersebut. Ternyata menggunakan cantik untuk melukis batik bukan perkara gampang. "Wah, pantes batik mahal, bikinnya aja ribet," kata seorang rekan.

Setelah Sogan Village, kami menuju Rumah Sleman untuk berbuka puasa. Sembari menikmati gudeg, makanan khas Yogja, serabi, dan mie godhog, kami dihibur Wayang Orang dengan lakon Rama Shinta serta penari kontemporer terkenal Jogya Didik Nini Thowok.

Direktur Pemasaran PT TAM Joko Trisanyoto mengatakan ada alasan kenapa test drive kali ini memilih Yogyakarta. "Grand New Kijang Innova juga warisan dari Indonesia yang kini mulai mendunia (pemasarannya)," kata Joko.

Sejak pertama kali diluncurkan di Indonesia pada tahun 1977, MPV medium tersebut memang mendominasi penjualan. Belakangan, Innova masuk dalam program IMV (Innovative International Multipurpose Vehicle) yang dijual Toyota di pasar Timur Tengan, Afrika, sampai Amerika Selatan.

Untuk Grand New Kijang Innova sendiri, kata Joko, ditawarkan dalam empat tipe yaitu V, G, E, dan J. Masing-masing memiliki dua pilihan mesin yaitu bensin 2.0 liter dan diesel 2.5 liter dengan dua pilihan transmisi juga, manual dan otomatis 5 percepatan. Namun khusus untuk tipe J hanya ditawarkan satu varian bermesin bensin dengan transmisi manual.

Bagaimana dengan harga? Toyota membanderol Kijang Innova mulai dari Rp 193 juta sampai Rp 302,250 juta.

RAJU FEBRIAN

#Info Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi