Mudik Bareng Honda Berangkatkan 2.027 Orang
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 26 Agustus 2011 16:22 WIB
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo melepas peserta Mudik Bareng Honda 2011 (Dok. AHM)

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) menggelar mudik bareng para pemilik sepeda motor Honda yang berada di Jakarta dan sekitarnya dengan tujuan Yogyakarta dan Semarang. Seperti tahun lalu, mudik bareng kali ini juga tidak dilakukan dengan konvoi sepeda motor, tetapi menggunakan bus untuk pemilik motor dan truk untuk mengangkut sepeda motor.

"Kami menekankan aspek keamanan dan keselamatan berkendara sebagai prioritas utama. Ini tanggung jawab kami sebagai produsen sekaligus penjualan sepeda motor," papar Istiyani Susriyati, Kepala Divisi Honda Customer Care Center PT AHM di Jakarta, Jumat, 26 Agustus 2011.

Pada program mudik bareng kali ini, Honda memberangkatkan 2.027 pemudik yang diangkut 52 bus. Adapun 22 truk digunakan untuk mengangkut 1.047 unit sepeda motor pemudik, dengan rincian 511 unit menuju Semarang dan 536 unit menuju Yogyakarta.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, yang melepas keberangkatan rombongan pemudik, mengatakan keberadaan sepeda motor telah menjadi sarana angkutan yang murah dan praktis. Namun dalam kondisi jalanan saat mudik yang penuh sesak dengan kendaraan, motor juga memiliki risiko tinggi.

"Oleh karena itu, program mudik menggunakan bus dan truk untuk mengangkut sepeda motor ini tentu akan mengurangi risiko," tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh U. Pristono, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Menurutnya, sepanjang 2010 lalu, angka kecelakaan saat mudik sebagian besar melibatkan kendaraan bermotor roda dua. "Angka persisnya saya lupa, tetapi sekitar 65-70 persen," kata dia.

Menurutnya, perusahaan swasta dan lembaga lain yang menggelar mudik bareng dengan cara baru, seperti Honda, sejak dua tahun terakhir mengalami peningkatan. Namun pada 2010 lalu, jumlahnya baru 14 perusahaan dengan jumlah pemudik yang mengikuti mencapai 70 ribu orang dengan melibatkan 1.245 unit bus.

"Tahun ini terdapat 18 perusahaan. Ini akan menunjang pemasyarakatan aspek keselamatan berkendara," ujar Pristono.

Istiyani menambahkan, untuk mewujudkan pelaksanaan aspek keselamatan berkendara, pihaknya meminta peserta untuk menggunakan helm berstandar SNI, sepatu, jaket, serta sarung tangan. "Mereka juga harus menandatangani perjanjian akan mematuhi peraturan lalu lintas," terang dia.

Bahkan sebagai pegangan, mereka diberi buku saku tentang aspek keselamatan berkendara. Pasalnya, setibanya di Yogyakarta dan Semarang, para peserta masih harus melanjutkan perjalanannya dengan sepeda motor ke kampung halaman masing-masing.

ARIF ARIANTO

#Info Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi