Ini Strategi Menyiasati Harga BBM yang Terus Naik
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Minggu, 25 September 2011 21:58 WIB
Kemacetan di pintu tol Cikampek, Jawa Barat. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO Interaktif, Jakarta - berita, modifikasi, tips, bengkel, konsumen, perawatan

Ini Strategi Menyiasati Harga BBM yang Terus Naik

Selain tepat memilih mobil, gaya berkendara juga sangat menentukan.

JAKARTA, 25 September 2011 - Mencari cara untuk menghemat bahan bakar seolah menjadi isu yang tak pernah basi. Terlebih, kelangkaan atau bahkan habisnya cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari fosil merupakan keniscayaan.

Berbagai lembaga pun terus melakukan inovasi guna menyiasati semakin langkanya BBM dan terus meroketnya harga zat tersebut. Tim peneliti Royal Agricultural College (RAC) Inggris dan majalah What Car adalah dua diantara beberapa lembaga yang melakukan pengembangan strategi menyiasati teruskondisi tersebut.

Seperti dilansir dailymail.co.uk dan thisismoney.co.uk, Sabtu, 24 September 2011, setidaknya ada tiga cara dalam siasat itu, ketiganya adalah :

1. Mengubah gaya berkendara

Hasil penelitian yang dilakukan tim peneliti RAC di beberapa kota besar di Inggris selama beberapa bulan menunjukkan, gaya berkendara yang benar mampu menghemat konsumsi BBM hingga 8 persen. "Gaya berkendara yang benar mampu menghemat ongkos pembelian BBM 50 - 100 poundsterling (atau sekitar Rp 682.200 - 1,36 juta) per tahun," bunyi pernyataan tim dari RAC.

Lantas seperti apa gaya berkendara yang ideal? Kedua lembaga itu menyarankan agar para pengemudi menjaga laju kendaraan dengan tingkat putaran mesin per menit (rpm) yang konstan. "Kecepatan mobil yang ideal 55 mph (atau 90 kilometer per jam)," saran para peneliti RAC.

Namun, Peter de Nayer, ketua tim peneliti di WhatCar menganjurkan agar pengemudi menjaga laju mobil pada kecepatan 40 mph atau sekitar 60 - 65 kilometer per jam. Selain itu, hindari terlalu sering melakukan pengereman dan kemudian menginjak pedal gas dalam-dalam untuk memacu mobil.

2. Pilih mobil yang tepat

Cara kedua ini, bisa Anda lakukan bila ingin berganti mobil. Ukuran ketepatan mobil memang relatif, tergantung kondisi dan subyektifitas seseorang. Namun, sebagai ukuran yang umum dan telah terbukti adalah ukuran mesin, bobot mobil, serta teknologi power steering dan ban. Mesin yang berkpasitas kecil tentu akan jauh lebih hemat BBM ketimbang mesin berkapasitas besar.

Sehingga, satu hal yang patut Anda pertimbangkan adalah, fungsi dan peruntukkan mobil. Bila Anda menggunakannya sebagai sarana transportasi pendukung kegiatan sehari-hari, maka mobil bermesin kecil adalah pilihan yang tepat. 

Terlebih pada saat ini, produsen mobil telah melengkapi mobil jenis ini dengan teknologi pendukung yang canggih. Sehingga, meski bertenaga kecil namun mampu menyemburkan tenaga yang lumayan besar. Tingkat akselerasinya pun cukup memuaskan Anda.

Pada sisi lain, bobot mobil yang ringan karena beberapa bagiannya menggunakan material ringan juga turut menyumbang keiritan konsumsi BBM. Terlebih, bila mobil itu menggunakan teknologi power steering elektrik.

Penggunaan jenis ban dengan tingkat rolling resistance yang tidak membebani konsumsi bahan bakar juga wajib dipertimbangkan. Namun, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah tingkat tekanan ban harus sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

3. Isi tangki BBM tepat waktu

Kecenderungan yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini adalah harga BBM yang berfluktuasi tak menentu. Dan satu hal yang patut diingat, kenaikkan harga bisa mencapai beberapa puluh atau ratus persen. Namun, sebaliknya, penurunan harga menjadi sesuatu yang langka bisa kita temui.

Kalau pun menurun, besarannya tak sebanyak angka kenaikkan. Terlebih, kapan kenaikkan atau penurunan harga itu terjadi, kita tidak pernah tahu. Maklum, cadangan BBM di perut bumi yang menipis dengan tingkat permintaan yang terus meningkat, menjadikan kecenderungan harga naik atau turun sulit diperkirakan.

Lantaran itulah, kita harus melakukan antisipasi. Caranya, dengan disiplin melakukan pengisian tangki bahan bakar. Isilah tangki BBM mobil Anda bila jarum indikator BBM telah berada di tengah alias posisi BBM tinggal 50 persen.

Jangan pernah menunggu jumlah BBM hingga habis di tangki. Karena selain memicu kerusakkan pada pompa bahan bakat (fuel pump), kita juga tidak pernah tahu kapan harga BBM itu akan naik.

Semoga bermanfaat....

ARIF ARIANTO

#Info Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi